Senin, 15 Jun 2026 14:43 WIB

Wow! Kaktus Warisan Hindia Belanda ini Sudah Berumur 117 Tahun

  • Penulis :
  • | Minggu, 15 Jul 2018 10:16 WIB
Kaktus peninggalan Hindia-Belanda di Banyuwangi/Foto: Irul Hamdani
Kaktus peninggalan Hindia-Belanda di Banyuwangi/Foto: Irul Hamdani

jatimnow.com - Perkebunan Bayu Kidul di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, merupakan salah satu jejak masa  pemerintahan Hindia Belanda di tanah jawa. Makanya, banyak peninggalan bersejarah di daerah itu.

Salah satunya tanaman kaktus yang sudah berusia ratusan tahun. Kaktus ini ada di Dusun Lider. Tepatnya, tumbuh persis di pintu masuk dan keluar bangunan kantor bergaya kolonial. Kini rumah tersebut dipakai untuk home stay.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Ceritanya, kaktus itu ditanam di sisi pintu masuk dan keluar, bersamaan dengan pembangunan kantor perkebunan pada tahun 1901. Kini kantornya dipakai sebagai home stay," jelas Dicky Hari, Ketua Kelompok Wisata Desa Sumberarum, kepada jatimnow.com, Minggu (15/7/2018).

Jika ditanam pada tahun 1901, berarti usia dua kaktus yang masih tumbuh itu sudah mencapai 117 tahun. Tak heran, kaktus ini sudah mencapai tinggi sekitar 7 meter dan memiliki cabang yang sangat banyak. Diameter pangkal batangnya saja sekitar 20 sentimeter.

"Cabang kaktusnya saja terlihat berlumut dan menjadi inang tanaman lainnya. Seperti anggrek dan kadaka," urainya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Keberadaan kaktus warisan era Hindia Belanda ini tidak banyak diketahui para wisatawan yang berkunjung di perkebunan Bayu Kidul. Jika hendak ke air terjun Lider, melalui Dusun Lider, maka wisatawan baru bisa melihatnya.

"Wisatawan lebih memilih melalui Dusun Mbejong karena jalannya lebih mudah dan pendek," pungkasnya.

 

Baca Juga: Menilik Sejarah Masjid Pertama di Pare Kediri, Usianya Lebih dari Satu Abad

Reporter: Irul Hamdani

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.