Jumat, 19 Jun 2026 06:43 WIB

Program Makmur, Dorong Peningkatan Kesehjateraan Petani Tebu di Kabupaten Kediri

Panen tebu di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Panen tebu di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mendukung penuh Program Makmur, sebagai upaya peningkatan kesehjateraan petani tebu di wilayahnya.

Program ini merupakan kolaborasi Kementerian BUMN, melalui PT Petrokimia Gresik dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yang terbukti mampu meningkatkan produksi dan pendapatan para petani tebu.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Untuk tahap awal di Kabupaten Kediri, Program Makmur telah menyentuh para petani tebu binaan PTPN X di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih. Di sana terbukti para petani mendapat hasil panen yang meningkat dari 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per hektare.

"Kami Pemerintah Kabupaten Kediri sangat mendukung program Makmur ini terkait kesehjateraan petani," jelask Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) melalui Sekretaris Daerah Dede Sujana, dalam acara Panen dan Tanam Perdana Demplot Program Makmur, Jumat (1/7/2022).

Menurut Dede, tebu di Kabupaten Kediri merupakan komoditas utama dengan tingkat produksi yang cukup tinggi.

Berdasarkan data Tahun 2021, total lahan tebu di Kabupaten Kediri mencapai 21.624 hektare dengan produksi 261 juta ton. Dengan potensi wilayah yang tersebar di sisi selatan, seperti Ngadiluwih, Ringinrejo, Kandat, Ngancar dan Wates.

Hasil tersebut, tambah Dede, mampu menyuplai empat perusahaan tebu di sekitar Kediri dan sejumlah UMKM gula merah.

"Pemerintah Kabupaten Kediri berharap besar ini jadi pilot project yang berhasil terutama meningkatkan akses pembiayaan dan pemasaran yang akhirnya mendorong kesejahteraan petani," harap Dede.

Baca Juga: PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor

Sementara Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, dengan program ini petani akan mampu meningkatkan produktivitasnya 37 persen per hektare. Sehingga membantu meningkatkan pendapatan petani tebu dari Rp 25,8 juta per hektare menjadi Rp 46,5 juta per hektare.

"Hasil produktivitas tebu naik dari sebelumnya 116,5 ton per hektare menjadi 159,7 ton per hektare (37 persen). Ini merupakan capaian yang sangat berarti untuk membantu meningkatkan pendapatan petani tebu yang juga naik dari Rp 25,8 juta per hektare menjadi Rp46,5 juta per hektar," terang Satriyo.

Tahun ini, Petrokimia Gresik mendapatkan tugas merealisasikan Program Makmur dari Pupuk Indonesia di lahan seluas 85.000 hektare yang terbagi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Timur, Bali Nusa, Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan hingga Juni 2022, realisasinya mencapai 57.820 Ha atau 68 persen dari target dengan melibatkan 31.740 petani.

Untuk komoditas tebu, realisasi yang dicapai Petrokimia Gresik mencapai 34.894 Ha, dan menjadi komoditas terbesar. Realisasi tersebut salah satunya berhasil dicapai melalui kerjasama dengan PTPN X, seperti di Kabupaten Kediri ini.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Selain PTPN dan Pemkab Kediri sebagai pendamping, Program Makmur di Kabupaten Kediri juga melibatkan sejumlah stakeholder penting lainnya. Dengan demikian, Program Makmur ini menjadi kolaborasi yang saling terintegrasi dan berkelanjutan pada hulu dan hilir di bidang usaha pertanian. Sehingga juga akan membantu mendorong capaian swasembada tebu di 2024 nanti.

"Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia dan BUMN, Petrokimia akan terus mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya di masa kebangkitan ekonomi nasional pasca pandemi seperti sekarang ini," tandasnya.

(ADV)

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.