Minggu, 21 Jun 2026 11:25 WIB

Begini Kronologi Suami di Tulungagung Aniaya Istri Hingga Tewas

Tersangka saat dikeler polisi.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Tersangka saat dikeler polisi.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Faktor ekonomi menjadi pemicu pertengkaran pasangan suami-istri (pasutri) Warsito (49) dan Sri Utami (43), warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Pertengkaran disertai kekerasan yang dilakukan Warsito. Tersangka mencekik korban yang posisinya saat itu berada di ujung tangga sehingga terjatuh. Dari hasil otopsi diketahui, cekikan tersebut menjadi penyebab kematian korban.

Di hadapan polisi, tersangka mengaku emosi saat berbincang dengan korban. Awalnya korban yang selama ini bekerja menjadi TKI di Hongkong mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik. Korban lalu membandingkan dengan tetangga yang sudah memiliki mobil. Korban berpendapat kondisi ekonomi keluarga timpang karena tersangka selama ini hanya bekerja serabutan dan tidak memiliki penghasilan tetap.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Saat itu saya menjawab yang sabar karena rezeki setiap orang tidak sama," ujarnya, Senin (27/06/2022).

Emosi tersangka semakin memuncak saat korban berkata lebih baik mencari suami lagi. Tersangka dan korban kemudian saling mencakar. Akibat cakaran tersebut tersangka naik pitam dan mencekik korban. Karena berada di ujung tangga, korban kemudian terjatuh ke bawah. Usai peristiwa, tersangka mengaku sangat panik dan memeriksa denyut nadi dan napas korban.

"Istri saya sudah tidak bernafas dan nadinya juga tidak ada," tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Tersangka lalu berusaha mengarang cerita bahwa korban tewas karena terpeleset dan terjatuh dari tangga. Tersangka keluar rumah seakan-akan mencari keberadaan korban. Beberapa tetangga sempat ditanya tersangka. Namun tidak ada yang mengetahui keberadaan korban. Tersangka lalu masuk ke dalam rumah dan berteriak seolah-olah menemukan korban tewas terjatuh dari tangga.

"Saya takut kalau anak saya bahwa penyebab kematian ibunya karena saya," akunya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sebelumnya, polisi menyelidiki kasus temuan jenazah di sebuah rumah pada Jumat (24/6/2022) lalu. Mereka menerima laporan korban tewas setelah terjatuh dari tangga. Namun dari hasil visum, petugas mencurugai adanya kekerasan pada korban. Hal ini diperkuat dengan hasil otopsi yang menemukan adanya luka cakar dan cekik di tubuh korban. Setelah dilakukan penyelidikan, korban sempat terlibat pertengakaran dengan suaminya sebelum terjatuh.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.