Kamis, 11 Jun 2026 08:52 WIB

Tiga Pemuda di Banyuwangi Babak Belur, Mengaku Dirampok Geng Motor

ilustrasi
ilustrasi

Banyuwangi - Tiga pemuda harus dirawat tim medis Puskesmas Benculuk karena mengalami luka hingga bersimbah darah. Ketiga pemuda itu bernama Maxsuwel (16), Vandi Distafian (18) dan Putra Apriana (19), mereka warga Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Banyuwangi.

Salah satu korban Maxsuwel mengaku, mereka bertiga korban mengendarai motor Yamaha Nmax lalu dihadang segerombolan pemotor di jalan Raya Benculuk. Tepatnya di utara Puskesmas Benculuk depan toko onderdil mobil, sekitar pukul 01.30 wib, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Sebelumnya, ketiga korban sedang nongkrong di ruang terbuka hijau (RTH) Lapangan Benculuk yang lokasinya di belakang Polsek Cluring. Saat di RTH mereka didekati gerombolan pemuda bermotor dan sempat dipukul setelah itu korban pergi.

“Kita bertiga lagi nongkrong di RTH, kita didatangi pemuda bermotor di situ kita sempat dipukul, lalu kita pergi,” terangnya.

Menurutnya, setelah mereka pergi dari lokasi di RTH kurang lebih 300 meter, ketiga korban dikejar oleh grombolan pemuda bermotor itu lalu korban dihadang dan langsung dipukul.

"Saat itu kita langsung dihadang oleh mereka, motor kita roboh karena ditendang, waktu kita jatuh kami langsung dipukuli beramai ramai,” cerita dia.

Maxsuwel menambahkan satu korban yaitu Putra Apriana lari dari lokasi untuk menyelamatkan diri namun upaya kabur korban gagal karena dikejar pakai motor yang ditabrakkan ke korban.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

“Satu teman kita lari, kearah utara tapi gagal karena ditangkap mereka, dengan menabrakkan motornya ke korban teman kita tersungkur lalu digebukin pakai besi dibagian kepala dan tubuh,” jelasnya.

Masih cerita Maxsuwel, setelah korban dipukul dengan besi tas korban direbut pelaku. Saat itu korban masih mempertahankan karena tas itu berisi 2 hanphone android dan uang sebesar Rp800 ribu. Tapi karena kondisi korban lemas akibat dikeroyok, tas kemudian terlepas dan dibawa kabur pelaku.

“Sedangkan saya sendiri dipukul pakai batu rejeng di bagian kepala belakang, mereka banyak mas sekitar 14 orang,” tambahnya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Seluruh korban saat ini menjalani pemeriksaandi Mapolsek Cluring. Sementara Kapolsek Cluring AKP Agus Priyono melalui kanit Reskrim Iptu Yaman Adinata mengakui ada kejadian pada Senin dini hari itu.

"Benar, kita mendapat laporan ada perampasan disertai kekerasan, tapi ini masih lakukan penyelidikan,” terangnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.