Kamis, 18 Jun 2026 21:20 WIB

Warga Kepulauan di Madura Kini Tak Perlu Bingung Bikin Paspor

Pamekasan - Cuaca ekstrem di Perairan Sumenep membuat warga kepulauan sulit menyeberang. Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI Madura di Pamekasan berinisiatif mendatangi ratusan warga untuk mempercepat pembuatan paspor, Jumat (24/06/2022).

Kantor Imigrasi satu-satunya di Madura ini melakunan layanan EAZY Pasport alias jemput bola yang dilakukan untuk masyarakat kepulauan. Sebab untuk menyeberang laut, warga kepulauan membutuhkan waktu paling lama 18 jam.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Warga Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, M. Sufyan Lutfi (49) mengungkapkan, jika saat cuaca buruk, warga kepulauan sulit menyeberang ke Pulau Madura. Sehingga, mereka menunggu cuaca membaik.

"Untuk menyeberang, kami harus melintasi ombak besar. Sehingga kami sampai di Kota Sumenep sudah bersyukur," terang Sufyan.

Menurutnya, untuk naik pesawat harga tiketnya lumayan mahal. Selain itu, warga semua pulau tidak bisa naik pesawat. Karena bandara udara berada di Pagerungan. Sehingga warga dari Pulau Masalembu, Sapudi, Raas dan beberapa pulau lain tetap harus naik kapal laut.

Dia menyampaikan, adanya layanan jemput bola dari Kantor Imigrasi itu memberikan kemudahan. Sebab, warga tidak perlu ke Pamekasan dan mengantre.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

"Terpenting persyaratan lengkap, kami bisa langsung mendapatkan paspor di Sumenep. Layanan jemput bola tidak menguras biaya transportasi ke Pamekasan dan tidak menguras tenaga," terang dia.

Sementara Kepala Sub Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Keimigrasian (Kasubsi Yanverdokim) Kantor Imigrasi Kelas III Non-TPI, Agus Surono mengatakan, program itu digelar agar warga di kepulauan lebih mudah dan cepat mendapatkan paspor.

"Kami kebetulan ada program jemput bola. Sehingga kami datangi mereka. Selama data lengkap proses cukup cepat," beber Agus.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

Agus menambahkan, warga kepulauan yang membuat paspor sebanyak 112 orang. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di kepulauan. Mulai dari Masalembu, Pagerungan, Sapeken, Kangean, Raas sampai Sapudi. Termasuk sejumlah warga dari beberapa kepulauan lain.

"Biaya pembuatan paspor sesuai aturan. Mereka juga tidak perlu antri. Kalau di Pamekasan mereka dipastikan antri dengan warga dari kabupaten lain," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.