Sabtu, 20 Jun 2026 04:12 WIB

Air Melimpah saat Kemarau, Warga Tulungagung Gelar Tradisi Ulur-Ulur

Arca perwujudan Dewi Sri dan Joko Sedono. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Arca perwujudan Dewi Sri dan Joko Sedono. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Masyarakat 4 desa di Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, menggelar upacara adat tradisi Ulur-ulur di Telaga Buret, sebagai bentuk syukur melimpahnya air telaga yang mengairi area persawahan di Desa Sawo, Gedangan, Ngentrong dan Gamping, meski di musim kemarau.

Ketua Paguyuban Sendang Tirto Mulyo, Heri Setiyono menuturkan, upacara ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, dan rutin digelar setiap bulan Selo dalam penanggalan Jawa, pada hari Jumat Legi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Ini merupakan tradisi dan bentuk rasa syukur kami atas limpahan air dari Telaga Buret untuk mengairi sawah warga," ujarnya, Jumat (24/06/2022).

Upacara diawali dengan arak-arakan ratusan masyarakat yang membawa aneka sesajen yang diletakkan dalam tandu. Mereka kemudian meletakan sesajen di depan dua arca yang merupakan perwujudan dari Dewi Sri dan Joko Sedono.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kedua arca ini dipercaya sebagai simbol kemakmuran petani. Arca kemudian dimandikan dan diberi hiasan berupa mahkota dari janur, serta kalung ronce bunga melati. Beberapa perwakilan kemudian menaburkan bunga di atas telaga.

"Selama ini petani di empat desa tidak pernah kekurangan air meskipun di lain daerah sedang musim kemarau," imbuhnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu, Dwi Cahyono, seorang arkeolog mengungkapkan, ritual ini sudah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda di Indonesia. Dosen Ilmu Sejarah Universitas Negeri Malang ini memperkirakan situs ini sudah ada sejak era zaman kerajaan Majapahit. Dugaan ini berasal dari sebaran beberapa benda bersejarah yang ada di sekitar telaga.

"Ada temuan seperti ambang pintu, reruntuhan candi di sekitar daerah ini, dugaannya sudah ada sejak zaman dulu," sebutnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.