Sabtu, 13 Jun 2026 07:55 WIB

Pembuat Tas Spunbond di Banyuwangi Bisa Jual 10 Ribu Unit Per Bulan

  • Penulis :
  • | Jumat, 24 Jun 2022 06:53 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi sentra pembuatan tas spunbond.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi sentra pembuatan tas spunbond.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Semangat kembali bangkit terus dimunculkan pelaku UMKM di Banyuwangi. Salah satunya Arila Ika, pemilik usaha tas spunbond asal Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Berkat optimisme dan kegigihan, usahanya yang sempat terpuruk karena pandemi Covid-19 kini kembali bergeliat.

“Alhamdulillah sudah berangsur pulih. Pesanan tas saya mulai banyak,” cerita Arila saat dikunjungi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Dalam sebulan, Arila bisa menjual 6.000-10.000 unit tas spunbond dengan berbagai ukuran. Baik yang rutin dipasarkan di sejumlah supermarket, maupun orderan langsung dari masyarakat. Harga yang ditawarkan mulai Rp1.500-Rp15.000 per unit, tergantung ukuran dan ketebalan bahannya.

“Selain menerima pesanan area Banyuwangi, kami juga pasarkan secara online lewat e-commerce,” ujar Arila.

Sebelum pandemi, pemilik usaha Bangorejo Collection itu setiap bulan bisa menjual lebih dari 15.000 unit tas spunbond. Meski kini secara jumlah menurun, pihaknya bersyukur usahanya sudah kembali bergeliat. Orderan tasnya mulai banyak. Bahkan sejak dua bulan terakhir, Arila mulai membuat produk baru. Yakni kotak hantaran dan suvenir.

“Kami manfaatkan kain-kain dan bahan sisa supaya tidak terbuang. Alhamdulillah respons pasar juga bagus,” papar Arila.

Baca Juga: Modal Usaha ACC Danaku Dongkrak Omzet Kuliner di Surabaya

Arila menceritakan, usahanya membuat tas spunbond mulai dirintis pada 2014. Dia mengelola usahanya bersama suami. Saat ini, mereka memiliki 20 pekerja yang bertugas menjahit, menyerut, memotong bahan, serta memasang asesoris.

Mereka memberdayakan ibu-ibu dan warga di sekitar tempat tinggalnya. Termasuk penyandang disabilitas. Tiga orang dari puluhan pekerjanya adalah penyandang disabilitas.

Bupati Ipuk Fiestiandani bangga dengan semangat dan usaha pantang menyerah para pelaku UMKM. Ipuk juga mengapresiasi keputusan Arila dan suami memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Dihadiri Ribuan Pengunjung, Event Karnaval SCTV 2026 Berdampak ke UMKM Jember

"Terima kasih untuk tidak menyerah dengan keadaan. Ini patut dicontoh para pengusaha yang lain. Teman-teman disabilitas juga sama seperti lainnya. Memberikan kesempatan mereka untuk berkarya, artinya kita membantu mereka untuk berdaya,” ujar Ipuk.

Seorang teman daksa, Krisna mengaku senang bisa bekerja di Bangorejo Collection.

“Alhamdulillah ada yang mau nerima (kerja). Bersyukur sekali saya bisa kerja dekat rumah,” kata Krisna yang kebagian tugas menjahit.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.