Kamis, 18 Jun 2026 06:31 WIB

Ribuan Sapi Perah di Ngantang Malang Terpapar PMK, Produksi Susu Anjlok

Peternak sapi perah di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang terus berusaha mengobati ternak mereka yang tersisa di tengah wabah PMK. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow/com)
Peternak sapi perah di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang terus berusaha mengobati ternak mereka yang tersisa di tengah wabah PMK. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow/com)

Malang - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terus menjadi momok bagi populasi sapi di Kabupaten Malang bagian barat. Virus ini terus mewabah mulai dari Desa Pujon Kidul. Bahkan kini sudah mulai menyerang sapi perah di Kecamatan Ngantang,

Dari data KUD Sumbermakmur Ngantang per 16 Juni 2022, total sudah ada 8.000 lebih dari total populasi 17.872 ekor sapi perah positif PMK. Kasus PMK ini pertama diketahui mulai muncul sejak 27 April 2022 di satu dusun. Namun, kini wabah itu sudah menggejala di 13 desa lain.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Kondisi ini membuat mayoritas warga di sana yang bergantung hidup dari beternak sapi perah ketar-ketir. Pasalnya, ratusan sapi terpapar dan mulai bertumbangan. Kini ada sekitar 250 ekor sapi perah mati akibat PMK.

Diungkapkan Ketua KUD Sumbermakmur Ngantang, Sugiono, bahwa terdapat 250 ekor sapi yang mati, dan ada 550 ekor sapi yang dijual atau dipotong paksa. Kondisi ini membuat peternak kelimpungan sehingga terpaksa menjual sapinya di bawah harga normal.

''Kemarin 3 ekor sapi yang mestinya seharga Rp10-15 juta per ekor akhirnya dijual Rp10 juta untuk 3 ekor. Situasinya sudah sangat luar biasa mengkhawatirkan. Oleh karena itu, kami harap pemerintah bisa segera mengatasinya,'' terangnya saat ditemui jatimnow.com pada Rabu (22/06/2022).

Akibat wabah ini, produksi susu sapi perah di sana menurun drastis. Kini peternak hanya bisa memproduksi di angka 49 ton susu per hari, padahal dulu bisa memproduksi susu mencapai 104 ton per hari.

Ia juge mengatakan bahwa jumlah segitu pun tidak semua dibeli oleh pabrik susu. Iki karena ada sejumlah susu yang disetor peternak masih dalam pengaruh antibiotik. Susu antibiotik ini tidak bisa diproses sehingga terpaksa harus dibuang.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

''Posisi KUD kini juga badan sosial, karena meski susu tersebut mengandung antibiotik, kami tetap beli. Kini ada 5000 liter susu per harinya terpaksa harus kami buang. Per liternya kita beli Rp6 ribu, tinggal dikalikan saja, kerugiannya,'' ungkapnya.

Terakhir, ia menjelaskan KUD terus berupaya menekan laju sebaran virus dengan memberi suplai obat-obatan seperti vitamin, antibiotik, dan obat-obatan kimia lain yang direkomendasikan Dinas Peternakan.

Bahkan menurut Sugiono ada peternak yang sampai menerapkan pengobatan alternatif seperti obat herbal dan dukun. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah bisa bertindak cepat dan maksimal dalam melakukan penanganan. Menurutnya, sampai saat ini peran pemerintah untuk terjun ke lapangan dirasa masih belum optimal.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

''Meskipun begitu, alhamdulillah per hari ini kita sudah dapat 500 dosis vaksin,'' pungkasnya.

Sebelumnya, selain di Kecamatan Ngantang, ada 5 kecamatan di Kabupaten Malang yang melaporkan sebaran PMK seperti Kecamatan Wajak, Gondanglegi, Bululawang, Singosari, dan terbanyak di Kecamatan Ngantang.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.