Minggu, 21 Jun 2026 08:22 WIB

Warung Rawon Legendaris di Jombang Terdampak PMK, Pelanggan Turun 30 Persen

Salah satu pengunjung di Rumah Makan Rosobo di Mojoagung.(Foto: Elok Aprianto)
Salah satu pengunjung di Rumah Makan Rosobo di Mojoagung.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak semakin dirasakan masyarakat. Tak terkecuali pemilik rumah makan nasi rawon legendaris di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Kini, rumah makan nasi rawon yang dikenal dengan irisan daging sapi super besar itu mengalami penurunan pelanggan.

"Pembeli ada penurunan, ya. Dampak dari PMK, kondisinya menurun sampai 30 persen," ungkap Agus Rudiono, pengelola Rumah Makan Rosobo, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Setiap harinya sebelum ada wabah PMK, Agus bisa menghabiskan 1,8 kuintal daging sapi. Bahkan pada Sabtu dan Minggu bisa mencapai 3 kuintal.

"Kalau sekarang, hari biasa 80 kg. Kalau Sabtu dan Minggu itu bisa 2 kuintal per harinya," terang Agus.

Untuk menyiasatinya, pengelola rumah makan terpaksa menggunakan daging impor. Tujuannya agar para pelanggan tetap nyaman menyantap sajian nasi rawon dengan lauk daging sapi berukuran super besar.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

"Di sini mengambil daging impor. Harganya lebih mahal dari daging lokal. Kalau impor harganya Rp89 ribu per kg, kalau lokal sekitar Rp82 per kg," tukasnya.

Sementara itu, Samsul Huda (47) salah satu pelanggan Rumah Makan Rosobo mengaku tidak terlalu khawatir dengan adanya PMK. Ia sudah 5 kali menikmati nasi rawon Rosobo.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Biasa saja, sudah ke sini 5 kali. Ya, karena dagingnya itu besar dan sesuai dengan harganya," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.