Jumat, 19 Jun 2026 09:21 WIB

93 Pelanggar Lalu Lintas di Kediri Terdeteksi Mobil INCAR, Didominasi Tanpa Helm

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 14 Jun 2022 14:49 WIB
Mobil INCAR Polres Kediri di kawasan Kecamatan Pare. (Foto: Humas Polres Kediri for jatimnow.com)
Mobil INCAR Polres Kediri di kawasan Kecamatan Pare. (Foto: Humas Polres Kediri for jatimnow.com)

Kediri - Hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2022, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri menindak 93 pengendara yang melanggar tata tertib berlalu lintas. Mereka terdeteksi mobil Incar di kawasan Kecamatan Pare dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Kediri.

Kasat Lantas Polres Kediri AKP Firdaus Canggih Pamungkas mengatakan dari 93 pelanggar yang ditindak itu terdeteksi menggunakan mobil Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Pelanggar didominasi kendaraan roda dua yang tidak mengenakan helm.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

"Sehari pelaksanaan operasi Patuh Semeru 2022, kami menindak 93 kendaraan sepeda motor yang melanggar. Didominasi kendaraan roda dua ini pengendara tidak memakai helm," kata AKP Canggih, Selasa (14/6/2022).

Lebih lanjut, AKP Canggih mengatakan dalam Operasi Patuh Semeru 2022 ini, pihaknya akan mengoptimalkan mobil INCAR, yakni mobil yang dilengkapi fasilitas tilang elektronik atau E-TLE untuk memburu pelanggar lalu lintas. Tentunya, ini untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas.

“Kami mengoptimalkan patroli hunting system," tambah Kasat Lantas.

Sementara itu dalam Operasi Patuh Semeru selama 14 hari terhitung mulai tanggal 13 sampai 26 Juni 2022 ini ada tujuh sasaran.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Yakni pengendara di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari dua orang atau melebihi batas, pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, dan pengendara pengaruh alkohol.

Juga pengendara yang menggunakan Ponsel saat berkendara, melawan arus, dan tidak memakai sabuk pengamanan. Tidak hanya elektronik. Mereka akan ditindak secara manual baik melalui operasi terpusat atau hunting system.

"Operasi ini kita laksanakan ada yang menggunakan cara menindak secara manual, tidak hanya mobil incar, dan E-TLE," terangnya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Dengan adanya operasi ini pengendara yang kedapatan melanggar, diharapkan bisa mendapatkan efek jera dan lebih tertib berlalu lintas.

"Tentunya kita inginkan masyarakat bisa utamakan keselamatan dalam berkendara dan patuhi aturan berlalu lintas," tutupnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.