Senin, 22 Jun 2026 05:18 WIB

Tingkatkan Kompetensi Anggota, 21 Polsek di Jombang Ikuti Lomba Mandikan Jenazah

Perwakilan anggota dari Polsek saat mengikuti lomba memandikan mayat di depan Masjid Junatul Fuadah Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Perwakilan anggota dari Polsek saat mengikuti lomba memandikan mayat di depan Masjid Junatul Fuadah Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Polres Jombang mengadakan lomba memandikan dan mengafani jenazah. Lomba diikuti perwakilan anggota dari 21 polsek dan satuan fungsi (satfung) di Polres Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat menjelaskan, kegiatan ini didasari perintah kapolri dan kapolda. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi anggota Polri. Kompetensi yang disampaikan ke anggota Polri tidak hanya ilmu kepolisian, tapi juga ilmu sosial. Jadi kompetensi ini bisa dijadikan bekal bagi anggota Polri ketika berbaur di masyarakat.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Ketika terjadi hal-hal yang urgent atau darurat di masyarakat, tentunya Polri diminta mampu untuk memberikan solusi. Kekurangan orang yang mempunyai pengetahuan agama terkait dengan hormat jenazah, salah satunya yakni dengan cara memandikan dan mengkafani jenazah," ungkap Nurhidayat, Selasa (14/6/2022).

Ia berharap pada HUT Polri ini lomba memandikan dan mengkafani jenazah bisa memberikan manfaat pada anggota maupun masyarakat nantinya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Kami berharap dengan lomba ini bisa memberikan manfaat bagi SDM Polri dan memberikan manfaat untuk eksternal yaitu masyarakat," ucap kapolres.

Sementara itu, Aiptu M. Sulton salah satu peserta lomba perwakilan dari Polsek Mojoagung mengaku kegiatan ini sangat memberikan manfaat. Ia mengaku saat mengikuti lomba berdurasi 10 menit itu ada kendala, namun bisa teratasi.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Ya harapannya ke masyarakat khususnya polisi bisa membantu masyarakat. Kalau ada yang meninggal, atau ada bencana bisa memandikan dan mengkafani jenazah. Ya ada kendala tapi bisa teratasi karena kita satu komando," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.