Minggu, 14 Jun 2026 11:23 WIB

Didik Nini Thowok: Tantangan Penari Tradisional adalah Modernisasi

Didik Nini Thowok saat memperagakan tarian di depan peserta Workshop Kepenarian di Tulungagung (Foto: Dok. @Photohank)
Didik Nini Thowok saat memperagakan tarian di depan peserta Workshop Kepenarian di Tulungagung (Foto: Dok. @Photohank)

Tulungagung - Seorang penari tak hanya dituntut memiliki gerakan yang luwes, tapi harus bisa menjiwai setiap tarian yang dipentaskan.

Hal ini diungkapkan maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok, saat mengisi Workshop Kepenarian di Tulungagung yang digelar oleh Sanggar Seni Candra Mustika pada Minggu (12/06/2022).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Para penari diharapkan tidak sekedar menari dengan mengikuti irama atau gerakan yang berenergi. Namun, mereka juga harus memahami konsep menari dengan Wirogo, Wiromo dan Wiroso.

Menari dengan penjiwaan penuh ini termasuk dalam konsep Wiroso. Diperlukan pendalaman dan latihan dalam proses tersebut. Penjiwaan sangat dibutuhkan dalam setiap pementasan sebuah tarian.

Menurut Didik, ada ungkapan menari tidak perlu bagus, tapi yang terpenting menari dengan penuh penjiwaan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Penjiwaan dalam setiap menari mutlak sangat dibutuhkan, dan itu bagian dari Wiroso," ujar dia.

Didik menambahkan, tantangan yang dihadapi oleh penari tradisi saat ini adalah modernisasi. Gempuran modernisasi yang terjadi mengikis seniman tari tradisional. Hal ini harus disikapi serius oleh seniman tari. Jika tidak, tari tradisional akan punah.

"Boleh kita mengikuti moderenisasi tapi harus diimbangi dengan yang tradisi, kalau semua menari modern siapa yang menari tarian tradisional," ungkapnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Dalam workhsop yang diikuti oleh sanggar tari dan guru di wilayah eks Karisidenan Kediri, Didik berpesan agar penari muda tetap semangat dalam berkarya. Meski proses yang harus dilalui cukup lama dan berat, mereka tetap harus melestarikan kesenian tari tradisional.

"Untuk bisa menjadi sempurna memang ada proses yang harus dilewati, tetap semangat para penari muda," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.