Sabtu, 20 Jun 2026 23:45 WIB

Bupati Mojokerto Ikfina Dukung Inspektorat Usut Rekrutmen THL di DP2KBP2

Kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Kantor Inspektorat Kabupaten Mojokerto (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meminta agar Inspektorat bisa mengusut tuntas dugaan pungutan liar dalam rekrutmen tenaga harian lepas (THL) atau honorer di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2).

"Kita tidak bisa mentolelir ini. Karena ini hal yang merugikan masyarakat," kata Ikfina ketika ditemui di Kantor Pemkab Mojokerto, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Ia menambahkan, Inspektorat selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) bisa membongkar dan mengusut tuntas kasus dugaan pungli yang merugikan 18 honorer ini.

"Beri kesempatan dulu buat Inspektorat. Karena, saat ini masih didalami. Kita tunggu biar mereka bekerja, butuh waktu," tuturnya.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Sementara itu, sumber terpercaya di lingkungan Pemkab Mojokerto menjelaskan, para honorer disebar di kantor penyuluh kecamatan, tanpa diketahui pasti motif penempatannya. Sebab, dari sejumlah koordinator kecamatan yang ditawari mengaku tak memiliki anggaran untuk membayar honor para THL.

"Tapi ya itu. Tetap memaksa. Katanya tidak perlu dibayar karena statusnya magang. Tapi setelah berjalan dua bulan, nagih (gaji) ke koordinatornya. Jadi, teman-teman koordinator itu kasihan korban," beber sumber tersebut.

Baca Juga: Gen Z Ogah Jadi Bos, Perusahaan Terancam Krisis Kepemimpinan

Masih kata sumber, para honorer ditugaskan di balai penyuluh Kecamatan Mojosari, Kutorejo, Kemlagi dan Gedeg, namun sebagian besar ditugaskan di lingkungan Kantor DP2KBP2. Para honorer juga membayar uang terendah Rp40 juta hingga Rp60 juta per orang dan dijanjikan menerima gaji tiap bulan.

"Waktu kerjanya bervariatif, ada yang sudah tiga bulan, empat bulan, bahkan sampai lima bulan," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.