Jumat, 19 Jun 2026 08:50 WIB

Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Lansia di Perak Jombang Nekat Gantung Diri

Jenazah korban saat dilakukan visum luar oleh tim medis dan Inafis Polres Jombang.(Foto: Humas Polres Jombang)
Jenazah korban saat dilakukan visum luar oleh tim medis dan Inafis Polres Jombang.(Foto: Humas Polres Jombang)

Jombang - Kusen (74), warga Dusun Sumberagung RT 1/RW 2, Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Lansia itu nekat melakukan aksi gantung diri lantaran frustasi dengan penyakit stroke dan jantung yang diderita tak kunjung sembuh.

Kapolsek Perak AKP Dwi Retno Suharti menjelaskan, peristiwa gantung diri pertama kali diketahui Risal Harmoko (34) yang merupakan anak korban. Saat itu, istri korban yang bernama Ruqiyati (54) mendapati korban sudah tidak ada dalam kamarnya pada Kamis (9/6/2022) pukul 4.30 WIB.

Baca Juga: Pria di Kediri Tiba-tiba Masuk Kolong Truk Pertamina, Depresi Ditinggal Ibu Meninggal

"Selanjutnya saksi memberitahu anaknya untuk mencari keberadaan korban," terang Retno.

Pada pukul 5.30 WIB, anaknya menemukan korban dengan keadaan gantung diri dengan menggunakan sarung di dalam bekas kandang kambing di belakang rumah.

"Mengetahui hal itu, anak korban langsung memberitahukan pada tetangga dan menghubungi kepala desa setempat. Selanjutnya menghubungi Polsek Perak," ucap Retno.

Baca Juga: Lagi, Mayat Pria Ditemukan di Bawah Jembatan Cangar

Tak berselang lama, anggota Polsek Perak dan Reskrim Polres Jombang mendatangi lokasi kejadian. Berdasarkan hasil visum luar tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Namun berdasarkan dari keterangan keluarga, korban sedang dalam kondisi sakit.

"Berdasarkan keterangan anaknya, korban menderita sakit stroke dan jantung yang tidak kunjung sembuh. Sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," paparnya.

Baca Juga: Masinis dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Atas adanya peristiwa tersebut, pihak keluarga korban menyadari hal ini adalah musibah dan menghendaki untuk tidak dilakukan otopsi.

"Pihak keluarga memohon untuk tidak dilakukan otopsi baik dalam maupun luar, dan tidak mempermasalahkan atau memperkarakan dengan membuat surat pernyataan," tukasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.