Masinis dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono
- Penulis : Yanuar D
- | Kamis, 09 Apr 2026 18:20 WIB
jatimnow.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun berhasil menggagalkan upaya bunuh diri yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta api pada petak jalan antara Stasiun Baron dan Stasiun Kertosono, Kamis (9/4/2026).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terdeteksi pada pukul 14.00 WIB setelah masinis KA 170B (Malioboro Ekspres) relasi dari Stasiun Purwokerto-Malang melaporkan adanya seseorang yang berada dalam posisi tidur di tengah rel dan diduga akan melakukan bunuh diri.
Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha
“Setelah menerima laporan dari masinis, petugas segera melakukan langkah cepat dengan menghentikan laju kereta untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan petugas pengamanan,” jelas Tohari.
KA 170B (Malioboro Ekspres) kemudian berhenti luar biasa (BLB) di KM 97+900 pada pukul 14.03 WIB guna mengantisipasi pergerakan orang tersebut ke arah kereta. Setelah situasi dinyatakan aman, perjalanan KA kembali dilanjutkan pada pukul 14.12 WIB.
Petugas pengamanan Stasiun Kertosono (PKD) berhasil mengamankan perempuan tersebut. Selanjutnya, yang bersangkutan diserahkan kepada petugas Polsek Kertosono untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Saat ini, perempuan tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak Polsek Kertosono.
Baca Juga: Prabowo Kunker ke Nganjuk, Daop 7 Imbau Penumpang KA Atur Waktu Berangkat
Akibat kejadian tersebut, terdapat dua perjalanan kereta api yang terdampak dengan total keterlambatan mencapai 18 menit, yaitu:
KA 170B (Malioboro Ekspres) tiba di Kertosono pukul 14.17 WIB, terlambat 13 menit
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Catat 44 Insiden Sepanjang 2025 hingga Awal 2026
KA 82B (Sancaka) melintas Baron pukul 14.18 WIB, terlambat 5 menit
“KAI mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan jiwa manusia. Tindakan cepat masinis dan petugas di lapangan menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden yang lebih fatal,” tutup Tohari.
Editor : Yanuar D