Jumat, 19 Jun 2026 23:40 WIB

DPRD Lamongan Sarankan Pemkab Alokasikan Anggaran BTT Tangani Wabah PMK

Ansori, Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan saat menjelaskan alokasi anggaran BTT untuk PMK. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Ansori, Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan saat menjelaskan alokasi anggaran BTT untuk PMK. (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Komisi B DPRD Lamongan menyarankan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat mengajukan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk percepatan penanganan wabah PMK.

Usulan tersebut mengingat sebaran PMK di Lamongan saat ini cukup memprihatinkan. Belum lagi nasib para peternak yang semakin di ujung tanduk gegara aktivitas penjualan sampai saat ini masih ditiadakan.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

"Vaksin itu Agustus baru ada, menunggu info. Kami berharap periode bulan Juni - Agustus itu paling tidak ada pemberian vitamin, suplemen, atau disinfektan kepada para peternak," ungkap Sekretaris Komisi B DPRD Lamongan, Ansori, Kamis (9/6/2022).

Ansori menjelaskan, Pemkab Lamongan tidak ada alasan untuk menolak penganggaran BTT ini. Sebab, jika menelisik 2 tahun ke belakang BTT hanya terealisasi 50 persen pada 2020 dan 64 persen pada 2021.

"Posisi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2021 masih Rp154 miliar, artinya pemerintah punya cadangan walaupun yang paling besar untuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), dan itu bisa dihibahkan ke Pemkab apabila ada kesulitan pembiayaan, itu diperbolehkan," jelasnya.

Dia juga mengusulkan agar setengah dari populasi hewan terjangkit bisa dilakukan screening. Sedangkan, untuk pengadaan vitamin dan sejenisnya anggaran BTT dirasa bisa menunjang penanganan PMK.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

"Jadi tidak logis jika Pemkab beralasan tidak ada anggaran, BTT bisa sampai Rp30 miliar saya rasa itu cukup" singkat Ansori.

Sementara itu, Kepala Dinas Disnakeswan Lamongan Wahyudi melalui Medis Viterina, Rahendra menegaskan pihaknya mengaku sudah berencana mengusulkan BTT.

"Sekarang diupayakan untuk mengakses BTT, dan sekarang sedang menghitungnya. Tapi kalau yang ditangani itu 117 ribu ekor sapi dalam satu populasi maka itu sangat besar biayanya," tegas Rahendra.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Wajib Vaksin PMK

"Yang saat ini kami perhatikan selain dari faktor dana yang utama adalah faktor risiko seberapa besar kita bisa mengendalikannya," tutup Rahendra.

Perkembangan wabah PMK di Lamongan saat ini telah menjangkit hewan sapi di 22 kecamatan dengan rincian 1521 terjangkit, 251 sembuh, 11 meninggal. 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.