Jumat, 19 Jun 2026 13:24 WIB

6 Bocil di Ponorogo Jual Onderdil Curian ke Loak, Uangnya untuk Ngopi

Pres rilis 6 bocil menjual onderdil diesel di Ponorogo untuk ngopi. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Pres rilis 6 bocil menjual onderdil diesel di Ponorogo untuk ngopi. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Enam bocah cilik (bocil) asal Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo diseret ke Mapolres Ponorogo. Bagaimana tidak, 6 bocil yang usianya antara 13 sampai 17 tahun itu mencuri onderdil mesin diesel.

Mereka adalah ABS (13), ASN (13), SBM (14), LM (17), APG (14) dan LAE (16).

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Mereka masih sekolah. Ada SMP kelas VII dan VIII. Paling tua ya SMK kelas XI," ujar Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono Wibowo, Kamis (9/6/2022).

Awalnya, kata dia, petani banyak yang resah. Karena onderdil mesin diesel mereka di sawah banyak yang hilang. Dari situ polisi melakukan penyelidikan.

Di waktu yang hampir bersamaan, ada tukang loak yang curiga. Pasalnya para bocil menjual onderdil diesel. Padahal barang yang dijual itu masih bagus.

"Si penjual itu curiga. Kemudian bilang ke polisi juga. Kami sambungkan antara keresahan petani dan penjual loak itu," katanya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap 6 bocil itu. Mereka mengakui telah melakukan pencurian onderdil diesel.

Baca Juga: Ajak Pesta Miras Petugas Jaga, Pemuda di Tulungagung Bobol Kantor Disbudpar

"Ada 7 TKP yang telah dicuri. Semuanya di sawah. Yang disasar memang diesel yang ada di sawah," tambah lulusan Akpol 2003 ini.

Sementara, Kapolsek Sambit, AKP Sutriatna mengaku jika mereka melancarkan aksi pada Mei akhir dan awal Juni. Saat penangkapan, dilakukan di rumah salah satu tersangka.

"Penangkapan penggeledahan beberapa onderdil diesel. Ada yang di rumah. Tetapi ada yang dibuang ke sungai," kata mantan Kapolsek Ngrayun ini.

Dia menegaskan, setelah mencuri dengan kunci inggris, hasil curiannya dibuang ke sungai. Lalu diambil besoknya, dijual ke pasar loak.

Baca Juga: Polda Jatim Gulung Komplotan Maling Spesialis Rumah Kosong, Beraksi di 13 TKP

"Penghasilannya dibuat untuk ngopi. Tidak banyak sebenarnya. Sekali jual Rp150 ribu. Dibagi rata, hanya untuk ngopi dan membeli rokok," terangnya.

Menurutnya, dari 6 pelaku itu yang menjadi otak adalah salah satu tersangka yang masih berusia 14 tahun.

"Bukan belajar di Youtube. Mereka punya keahlian. Karena salah satu ada yang di SMK. Mungkin dari pelajaran juga bisa," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.