Kamis, 18 Jun 2026 18:54 WIB

Musim Haji, Perajin Kotak Hantaran di Mojowarno Jombang Kebanjiran Order

Perajin saat mengolah limbah kardus menjadi kotak hantaran untuk tasyakuran haji. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Perajin saat mengolah limbah kardus menjadi kotak hantaran untuk tasyakuran haji. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Musim haji pada tahun ini merupakan berkah tersendiri bagi perajin kotak hantaran di Kabupaten Jombang. Seperti yang dialami oleh Sulkan (56) warga Dusun Jetak, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno.

Pada musim haji tahun ini, ia kebanjiran pesanan kotak hantaran untuk tasyakuran calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Ditemui di rumahnya, Sulkan menceritakan awalnya ide ini muncul 5 tahun lalu lantaran ia tak mendapatkan penghasilan dari usaha ternak miliknya.

"Beternak gak ada kerjaan, terus ada inisiatif buat kotak nasi sama tas buat hajatan," terang Sulkan, Rabu (8/6/2022).

Ia mengaku bahan yang dipakai berasal dari limbah kardus bekas yang tak lagi dimanfaatkan di toko peracangan. Bahan ini dipilih karena lebih murah, bahkan terkadang bisa mendapatkannya gratis.

Dikatakan Sulkan, setiap hari ia bisa memproduksi 100 kotak hantaran. Kotak ini dibuat para pekerja yang kebanyakan adalah tetangganya. Satu orang ini bisa menghasilkan 50 kardus.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

"Pesanan kebanyakan dari Jombang. Dari Gudo, dari Pasuruan, dari Mojoagung yang banyak dari pasar," tegasnya.

Selain melayani pesanan perorangan, kebanyakan pesanan kotak hantaran ini juga dari pedagang toko di pasar. Paling banyak dari tengkulak, untuk dijual lagi.

"Yang jelas pesanan banyak, sekitar ada 1000 pesanan. Biasanya untuk kotak ini untuk tasyakuran haji kalau tas untuk sovenir," paparnya.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Harga satu kotak hantaran ini menyesuaikan dengan ukurannya. Untuk ukuran 22 harganya Rp3500, sedangkan untuk ukuran 20 harganya Rp3400. Omsetnya per bulan rata-rata Rp5 juta

"Kalau ramai itu bisa sampai 7 juta, itu sudah bersih dipotong ongkos kerja dan bahan baku," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.