Kamis, 11 Jun 2026 07:55 WIB

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Pasar Hewan Probolinggo Anjlok

Lokasi pasar hewan Kelurahan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)
Lokasi pasar hewan Kelurahan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo. (Foto: Mahfud Hidayatullah/jatimnow.com)

Probolinggo - Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi di pasar hewan Probolinggo anjlok. Penurunan harga sapi di pasaran saat ini lantaran maraknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Harga sapi saat ini mengalami penurunan. Biasanya harga sapi itu sebelum ada wabah PMK mencapai Rp20 juta. Sekarang hanya berkisar harga Rp18 juta hingga Rp18,5 juta saja. Jadi ada penurunan harga Rp2 juta hingga Rp1,5 juta per ekor," kata Jazuli, salah satu pedagang sapi di Pasar Hewan Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Meski harga sudah anjlok, namun hal tersebut tidak sapi-sapi di Probolinggo laris dibeli.

"Saat ini minat pembelinya juga menurun. Karena dipicu banyaknya sapi sakit," tegas Jasuli.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo jumlah hewan ternak yang terpapar PMK sebanyak 500 ekor, meninggal 2 ekor sapi dan 100 ekor sembuh.

"Dalam pencegahaan penularan PMK dan penanganannya terus kita lakukan melalui petugas kesehatan hewan," kata Kepala Dispertahankan Kota Probolinggo Aries Santoso.

Meski saat ini di wilayahnya banyak sapi yang terjangkit PMK. Namun pasar hewan tetap saja dibuka.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

"Kita memang tetap membuka pasar hewan di sini. Jika ditutup dikhawatirkan terjadi transaksi pasar liar," tegas Aries.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Wadi Sa'bani mengatakan, saat ini petugas gabungan terus melakukan pemantaun terhadap lalu lintas hewan ternak di Kota Probolinggo.

"Salah satunya yakni melakukan pengecekan hewan ternak yang masuk ke pasaran," jelasnya.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

Dalam pemeriksaan hewan ternak untuk menekan dan memutus mata rantai penyeberan virus PMK.

"Jika ditemukan sapi yang dibawa pedagang diindikasi terserang PMK. Maka secara otomatis petugas akan memisah ternak tersebut dan tidak diperbolehkan masuk pasar," ungkap Wadi.

Selain itu Wadi juga menjelaskan, sapi yang terindikasi terserang PMK maka sapi tersebut akan dikembalikan ke kandangnya untuk dilakukan penanganan petugas.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.