Selasa, 16 Jun 2026 05:48 WIB

Goa Jegles, Wisata Eksotis di Kediri yang Dulunya Angker dan Jadi Tempat Sampah

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Minggu, 05 Jun 2022 15:13 WIB
Pengunjung menikmati suasana Goa Jegles untuk berfoto ria. (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pengunjung menikmati suasana Goa Jegles untuk berfoto ria. (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Desa Keling di sisi timur Kabupaten Kediri menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Goa Jegles. Goa eksotis yang dulunya dikenal angker serta menjadi tempat pembuangan sampah.

Goa yang terletak di Jalan Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung ini mulai dibuka tahun 2019, seiring upaya pemerintah Desa Keling dan para pemuda untuk mengembangkan perekonomian melalui desa wisata.

Baca Juga: SPMB 2026 Kediri Berubah: TKA Jadi Nilai Tambah, Pendaftaran Sepenuhnya Online

Setelah menghadirkan wisata susur sungai di Kali Kembangan, mereka lantas mencoba membuka akses goa yang berada di sisi sungai dan tertutup rerimbunan. Juga dipenuhi sampah-sampah rumah tangga.

Didin Saputro, Pokdarwis Bhumi Kalingga Desa Keling mengatakan, saat pertama kali mencoba masuk ke Goa Jegles, warga menemukan banyak sekali sampah, seperti baju bekas, pecahan kaca dan berbagai macam sampah rumah tangga.

Sebelum tahun 80-an, menurut Didin, Goa Jegles juga dikenal angker sebagai tempat semedi atau pertapaan. Juga dikenal sebagai lokasi perburuan oleh mereka para pencari pusaka, sebelum akhirnya terbengkelai dan menjadi tempat sampah.

“Ini dulu masyarakat sekitar sini itu meyakini atau banyak istilahnya mitos bahwa ini tempat angker, dulunya tempat bersemedi atau pertapaan. Akhirnya lambat laun lokasi ini jarang dijamah orang, akhirnya jadi tempat sampah,” kata Didin, Minggu (5/6/2022).

Sejak saat itu, pemerintah desa bersama warga bergotong-royong membersihkan goa. Sehingga kini tampak eksotisme dari goa yang terbentuk akibat aktivitas gunung api tersebut.

Goa Jegles terbentuk secara alami dari aktivitas vulkanik gunung api.Goa Jegles terbentuk secara alami dari aktivitas vulkanik gunung api.

Lokasinya yang instagramable, menarik perhatian pengunjung. Apalagi suasana asri dan sejuk saat berada di dalam goa semakin memikat pelancong ke Kabupaten Kediri. Hal ini karena adanya sumber mata air asli dari tanah yang memenuhi goa.

Saat keluar goa, pengunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo sambil menikmati udara segar dan kuliner khas pedesaan.

Baca Juga: Astra Dukung Warisan Karst Rammang-Rammang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Tidak diketahui pasti kapan terbentuknya Goa Jegles ini. Hanya saja pakar arkeologi menduga goa ini terbentuk dari batuan beku akibat aktivitas vulkanik. Ini diperkuat dengan lokasinya yang tak jauh dari Gunung Kelud.

“Kalau Goa Jegles yang utama ini kita belum bisa memastikan, tapi ada dugaan dari dulu sudah ada. Bahkan sejumlah pakar arkeologi menduga goa ini terbentuk karena aktivitas vulkanik, paling dekat ya Gunung Kelud karena ini terbentuk dari batuan beku,” tambah Didin.

Tidak hanya goa utama, di kawasan ini ada arung kuno atau terowongan bawah tanah yang panjangnya belum terhingga. Saat ini pihaknya mendata masih sepanjang 150 meter.

Di zaman kerajaan, arung kuno ini merupakan instalasi keairan untuk mengalirkan air ke permukiman.

“Ini diduga ada dari era kerajaan Majapahit atau bahkan lebih tua, zaman Kadiri atau Matarman. Karena dulu leluhur kita memanfaatkan rongga-rongga sarana irigasi ke pemukiman kerajaan,” terangnya.

Baca Juga: Unggulkan Wisata Edukasi dan Konservasi, Desa di Trenggalek Ini Raih Penghargaan

Saat ini arung kuno belum dibuka untuk umum. Tapi ke depan ini akan dikembangkan sebagai wisata edukasi susur goa. Pihaknya akan menyiapkan story telling untuk pengunjung bisa memahami sejarah di kawasan tersebut.

Keindahan Goa Jegles di Desa Keling, Kecamatan Kepung.Keindahan Goa Jegles di Desa Keling, Kecamatan Kepung.

Tertarik untuk menikmati Goa Jegles? Goa ini berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kecamatan Pare. Pengunjung tak perlu bingung karena ada penanda di setiap persimpangan menuju Goa Jegles. Akses jalannya pun mudah, ketika harus menembus kawasan perkebunan tebu.

Saat ini pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir dan masuk wisata secara sukarela. Pihak Desa Keling belum memberikan tarif khusus terhadap wisata yang terus dikembangkan ini.

Selain Goa Jegles, Desa Wisata Keling juga menyuguhkan atraksi wisata susur sungai di Kali Kembangan, Sumber Gemuling, Sumber Jurang Kromo, dan kawasan tua Ringinagung, yang menyuguhkan nuanasa permukiman penduduk zaman dulu, pesantren dan masjid tua yang usianya lebih dari 1 abad.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.