Enam Jaring Cantrang yang Disita dari Kejahatan Laut Dimusnahkan di Bangkalan
- Penulis : Syaiful Islam
- | Jumat, 03 Jun 2022 19:42 WIB
Bangkalan - Enam jaring cantrang dimusnahkan dengan cara dibakar oleh Lantamal V bersama Lanal Batuporon dan Kejari Bangkalan di Mako Lanal Batuporon, Jumat (3/6/2022).
Enam jaring cantrang tersebut merupakan barang bukti hasil penyitaan kejahatan laut dari tiga nelayan asal Kabupaten Pamekasan dan Probolinggo, yang sudah berkekuatan hukum tetap.
Baca Juga: Diduga Sengaja Lompat ke Sungai Tunjung Bangkalan, Ibu dan Anak Ditemukan Tewas
Pemusnahan jaring cantrang itu dipimpin Danlantamal V Laksmana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi M.Tr (Han) M Tr. Opsla CHRMP, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Mahfud Effendi M.Tr Hanla CHRMP dan Kajari Bangkalan Candra Saptaji.
"Kita ada acara pemusnahan barang bukti tentang tindak kejahatan perikanan yang tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 31, 24 dan Nomor 10 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ini menggunakan alat tangkap cantrang," terang Suryono.
Baca Juga: Kiper Unggul FC Malang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan
Menurut Suryono, penggunaan jaring cantrang dilarang karena sangat merusak lingkungan. Akibatnya kelestarian lingkungan hidup ikan terancam. Dalam kasus ini yang diproses hukum adalah nahkoda kapal. Sedangkan ABK sebagai saksi.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkalan, Candra Saptaji menyatakan, pemusnahan barang bukti ini merupakan rangkaian panjang dari kegiatan penegakan hukum mulai dari penangkapan, penyidikan, penuntutan pengadilan dan eksekusi.
Baca Juga: Khofifah Puji Inovasi Farmasi Robotik RSUD Syamrabu Bangkalan
Para pelaku mendapat hukuman penjara selama 6 bulan. Ini sudah sesuai dengan pelanggarannya. Dia berharap hal itu menjadi peringatan, agar para nelayan tidak melakukan pelanggaran kembali.
"Kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan yang sebesar-besarnya pada Bapak Danlantamal dan juga Komandan Lanal Batuporon atas kontribusi yang luar biasa dalam rangka menyelamatkan biota laut demi keberlangsungan dan kelestarian lingkungan," ungkap Candra.
Editor : Narendra Bakrie