Sabtu, 20 Jun 2026 21:22 WIB

Lestarikan Nyadran Dam Bagong, Bupati Trenggalek Larung Kepala Kerbau

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mengikuti kegiatan Nyadran. (Foto: Humas Pemkab Trenggalek/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mengikuti kegiatan Nyadran. (Foto: Humas Pemkab Trenggalek/jatimnow.com)

Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengikuti upacara adat Nyadran Dam Bagong, di Kelurahan Ngantru. Upacara ini juga melarung Kepala Kerbau yang kemudian diperebutkan oleh para warga.

Upacara tersebut digelar setahun sekali, setiap bulan Selo dalam sistem kalender Jawa. Warga menggelar upacara ini untuk memperingati jasa Adipati Menak Sopal yang telah membangun dam sehingga dapat mengairi area sawah mereka.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Rangkaian upacara adat ini diawali dengan kirab kepala kerbau dan tumpeng agung dari kawasan kampung menuju makam kompleks Makam Bagong, di Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek.

Selanjutnya warga bersama tokoh desa dan kepala daerah menggelar ziarah makam Ki Ageng Menak Sopal. Kemudian, potongan kepala kerbau beserta kulit dan tulang kerbau bule itu dibawa ke Dam Bagong untuk proses pelarungan.

Menurut Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek, dengan adanya bangunan dam tersebut, Trenggalek yang dulunya rawa kemudian banjir ketika musim penghujan dan kering ketika musim kemarau, berubah menjadi areal pertanian yang produktif. Sedangkan bencana banjir dan kekeringan dapat diredam.

Sebagai perwujudan rasa syukur dan mengenang jasa Adipati Menaksopal para petani yang dialiri Dam Bagong menyedekahkan kerbau untuk disembelih.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Ini kegiatan rutin yang setiap tahun kita laksanakan. Semua desa rata-rata punya kegiatan bersih desanya masing-masing dan kita di kawasan kota ini punya kebiasaan Nyadran Dam Bagong," ujarnya, Jumat (3/6/2022).

Melarung kepala kerbau dalam tradisi Nyadran di Trenggalek.Melarung kepala kerbau dalam tradisi Nyadran di Trenggalek.

Nyadran sendiri merupakan budaya kearifan lokal yang memang dilestarikan oleh masyarakat sekitar atau para petani yang sawahnya dialiri aliran sungai Dam Bagong. Banyak kalangan mengaitkan acara adat ini dengan hal-hal berbau mistis di balik cerita atau mitos berdirinya Dam Bagong yang dibangun oleh Adipati Menak Sopal kala itu.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

Bahkan sampai ada yang mempercayai akan terjadi banjir besar bila upacara adat Nyadran tidak dilaksanakan. Mengenai mitos-mitos yang beredar, Bupati Arifin lebih memilih mengajak masyarakatnya untuk memaknai kegiatan ini sebagai wujud syukur para petani yang mendapatkan keberkahan dari aliran Dam Bagong. Karena dirinya yakin siapa yang bersyukur, maka nikmat mereka akan ditambah oleh Tuhan.

"Jadi Nyadran ini sebenarnya bukan kemudian karena ada mistisnya atau apa-apa, tapi kita percaya kalau siapa yang bersyukur itu nanti nikmatnya ditambah. Ini sedekahnya para petani yang bersyukur karena Dam Bagong selalu mengairi sawah mereka," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.