Rabu, 17 Jun 2026 17:06 WIB

Ungkap Rasa Syukur, Nelayan di Tulungagung Gelar Labuh Laut

Nelayan menggelar upacara adat labuh laut di Pantai Sine, Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Nelayan menggelar upacara adat labuh laut di Pantai Sine, Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Ratusan nelayan tradisional di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, menggelar upacara adat labuh laut. Upacara ini digelar setahun sekali, setiap Hari Jumat Kliwon atau Pon Bulan Selo dalam sistem kalender Jawa. Mereka menggelar upacara tersebut sebagai bentuk syukur atas hasil tangkapan ikan di laut selama ini.

Ritual tradisi ini diawali dengan kenduri bersama. Para nelayan dan warga setempat berdoa bersama dengan ragam sesaji yang sudah disiapkan. Setelah itu mereka mengarak sesajen dan harip-harip atau sembonyo.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Harip-harip ini merupakan boneka ikan yang terbuat dari tepung dan kacang hitam. Masyarakat kemudian membentuk adonan tepung ini menyerupai ikan lengkap dengan mata. Setelah prosesi arak-arakan, mereka lalu melarung sesaji ke laut dan melemparkan harip-harip di sepanjang pantai sambil meneriakkan ragam ikan laut yang biasa mereka tangkap.

Harip-harip, boneka ikan yang terbuat dari tepung dan kacang hitam dalam gelaran adat labuh laut di Tulungagung.Harip-harip, boneka ikan yang terbuat dari tepung dan kacang hitam dalam gelaran adat labuh laut di Tulungagung.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Jaiman, Ketua Panitia Labuh Laut menerangkan, tradisi ini sudah dilakukan oleh nelayan sejak zaman dulu. Selama prosesi Labuh Laut berlangsung, nelayan diimbau tidak melakukan aktivitas melaut. Mereka diminta untuk fokus mengikuti upacara adat tersebut.

"Tradisi Labuh Laut adalah momentum yang tepat sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih atas hasil tangkapan ikan nelayan selama ini," ujarnya, Jumat (3/6/2022).

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pelemparan harip-harip ke laut juga mempunyai makna tersendiri. Setiap melempar ke laut, nelayan menyebut beberapa jenis ikan seperti layur dan tongkol. Mereka berharap tangkapan ikan akan bertambah setiap melaut. Selain melakukan ritual tersebut, mereka juga menggelar Wayang Krucil di tepi pantai.

"Ke depannya kita berharap upacara adat Labuh Laut ini bisa menjadi destinasi wistawan," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.