Rabu, 17 Jun 2026 20:09 WIB

Idul Adha Makin Dekat, Bupati Malang Belum Pastikan Kapan Pasar Hewan Dibuka

Bupati Malang, Muhammad Sanusi (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Bupati Malang, Muhammad Sanusi (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Kekhawatiran para pedagang sapi dan kambing akibat penutupan sejumlah pasar hewan setelah merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tampaknya masih akan berlanjut.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi masih belum memberikan kepastian kapan pasar-pasar tersebut akan dibuka lagi. Padahal, Hari Raya Idul Adha 2022 makin dekat. Di mana biasanya para pedagang sapi dan kambing kebanjiran pesanan.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Ini kita anukan lagi, tadi arahannya Bu Gubernur kalau ada daerah yang tidak ada penularan (PMK) boleh buka (pasar hewan). Nanti kalau tidak ada wabah kita buka pasarnya. Dan nanti yang boleh masuk hanya hewan yang sehat saja," terang Sanusi saat dikonfirmasi, Selasa (31/5/2022).

Pasar hewan di Malang yang belum bisa beroperasi, salah satunya Pasar Hewan Kandangan Gondanglegi. Di sini, penolakan dari pedagang paling nyata dan keras disuarakan.

"Kalau Pasar Gondanglegi zero PMK boleh buka. Untuk jumlahnya sekarang masih belum ada laporannya, masih kita lihat," jelas dia.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Sanusi menambahkan, untuk sementara di Kabupaten Malang ada 1.900 hewan ternak yang terpapar PMK. Daerah dengan kasus terbanyak ada di Ngantang, Kasembon, dan Pujon. Namun Pemkab Malang belum juga membentuk Satgas PMK untuk segera menanggulangi penyebaran virus ini.

"Untuk pembentukan satgas nanti nunggu suratnya. Kalau suratnya hari ini masuk, maka besok kita bentuk satgas," tegas dia.

Saat disinggung persediaan daging jelang Idul Adha 2022, Sanusi menyebut bahwa nantinya daging-daging yang disebar ke masyarakat akan didampingi dengan surat dari dokter hewan.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Untuk pemotongannya, hewan sehat akan dipotong seperti biasanya. Kalau untuk jagalnya nanti semua di rumah pemotongan hewan (RPH)," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.