Rabu, 17 Jun 2026 07:37 WIB

Meriahnya Festival Candi Belahan di Desa Wisata Wonosunyo, Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Minggu, 29 Mei 2022 15:11 WIB
Festival Candi Belahan di Desa Wisata Wonosunyo, Pasuruan (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Festival Candi Belahan di Desa Wisata Wonosunyo, Pasuruan (Foto-foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Untuk mengungkit jumlah wisatawan yang datang ke Petirtaan Candi Belahan, warga Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, menggelar Festival Candi Belahan, Minggu (29/5/2022).

Festival bertema 'Merawat Mata Air dan Kearifan Lokal untuk Peradaban yang Lestari' ini, disambut antusias masyarakat.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Mulai dari prosesi upacara selamatan mata air candi atau sumber tetek, penanaman pohon, parade seni tari jaranan, barong, musik patrol hingga teatrikal Kerajaan Kahuripan yang seluruhnya diperankan masyarakat lokal Desa Wonosunyo, berlangsung meriah.

"Ini adalah acara yang pertama. Sebenarnya Tahun 2019 lalu kita sudah menggagas pengembangan wisata di Candi Sumber Tetek, tapi gagal akibat pandemi. Di Tahun 2022 ini dengan bantuan dari Sampoerna untuk Indonesia dan pendampingan dari satapa center, kami berhasil menyelenggarakan festival ini," jelas Kepala Desa Wonosunyo, M Saleh.

Saleh mengatakan bahwa anak muda yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kahuripan sangat berperan aktif dalam Festival Candi Belahan. Sehingga ia berharap festival ini akan terus diadakan setiap tahun.

Festival Candi Belahan di Desa Wisata Wonosunyo, PasuruanFestival Candi Belahan di Desa Wisata Wonosunyo, Pasuruan

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Kita dari dulu sangat ingin mengembangkan situs peninggalan leluhur ini menjadi destinasi wisata yang mengangkat kesejahteraan masyarakat Desa Wonosunyo," ujar dia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brahespati menyebut bahwa pemkab mendukung langkah Desa Wonosunyo sebagai desa wisata.

"Desa Wonosunyo ini sudah punya atraksi wisata. Ada Candi Belahan, ada upacara selamatan sumber air, ada kesenian, sisi aksibilitas secara bertahap dibenahi, kemudian sisi Amenitas dan Ancillary. Mari bersama-sama kita konsep," terang Eka Wara usai membuka festival itu.

Baca Juga: Astra Dukung Warisan Karst Rammang-Rammang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan

Selain atraksi upacara dan seni budaya, festival candi belahan juga dimeriahkan lomba tata rias era kerajaan, bazar produk lokal Desa Wonosunyo, diskusi dan temu pegiat wisata desa serta seni budaya se Kabupaten Pasuruan.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.