Senin, 15 Jun 2026 11:08 WIB

Menengok Dusun Pinggiran Bojonegoro: Hujan, Trail Saja Tak Bisa Lewat

  • Penulis :
  • | Selasa, 10 Jul 2018 07:52 WIB
Akses menuju Dusun Bungaran yang memprihatinkan/Rois Jajeli
Akses menuju Dusun Bungaran yang memprihatinkan/Rois Jajeli

jatimnow.com - Sebuah dusun di wilayah Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, warganya menjerit. Akses menuju desa terpinggir Kota Minyak ini akan semakin mengenaskan di kala hujan mengguyur.

Namanya Dusun Bangeran, yang lokasinya di selatan Bojonegoro, atau di perbatasan dengan Ngawi. Membutuhkan waktu perjalanan lebih dari 3 jam lebih dengan mengendarai mobil. Itu pun kondisi cuaca bagus alias tidak sedang hujan.


Lokasi Dusun Bangeran dilihat dari Google Maps

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro


Pada Senin (9/7/2018), reporter jatimnow.com bersama Bupati Bojonegoro terpilih Anna Mu'awanah bertandang ke dusun tersebut. Masyarakat di dusun tersebut dan penggemar off road menggelar tasyakuran desa sekaligus merayakan kemenangan mantan anggota DPR RI  dari PKB tiga periode itu.

Akses jalan tanah menuju dusun itu sangat njomplang dibandingkan dengan akses jalan di wilayah Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Jalan di Ngawi lebih halus dan beraspal. Sedangkan akses jalan menuju Dusun Bangeran, medannya mirip jalur off road.

"Saat saya menyapa saat kampanye dulu, saya mengajak komunitas off road ke sini dan dusun-dusun lainnya," tutur Anna.


Bupati Bojonegoro terpilih Anna Mu'awanah menghadiri tasyakuran warga


Selain jalan tanah yang hancur juga medannya penuh tantangan karena di bebukitan. Ibarat sedang di arena off road saat itu. Mengasyikan jika bagi penggemar olah raga ekstrem. Sebaliknya bagi masyarakat setempat, membosankan.

"InsyaAllah akan dibangun (jalan) makadam," kata Anna yang diusung PKB-PDIP bersama Budi Irawanto atau Wawan.

Akses jalan yang menghubungkan Dusun Bangeran dengan ujung jalan keluar di Karangjati, Ngawi itu panjangnya sekitar 4,5 kilometer. Dusun Bangeran dihuni sekitar 180 KK (kepala keluarga) atau sekitar 650 jiwa. Pekerjaan masyarakat dusun tersebut didominasi sebagai petani.

 


Lokasi Dusun Bangeran dilihat dari Google Maps


"Sejak nenek moyang sampai sekarang kondisi jalannya ya seperti itu mas," ujar Saimo (41), tokoh masyarakat di Dusun Bangeran kepada jatimnow.com.

Warga pun akan 'terisolisir' ketika memasuki musim hujan tiba. Karena jalan susah dilintasi dengan kendaraan sepeda pancal, sepeda motor, mobil maupun jalan kaki sekalipun. Akses jalan pun dipenuhi lumpur dan air.

"Kalau musim hujan, jalannya susah dilewati. Jangankan mobil, sepeda motor trail saja nggak bisa lewat," ujarnya.

Kadang, mereka tidak bisa ke luar dusun. Bahkan jika ada warga yang sakit, terpaksa harus ditandu.

"Yang kalau susah itu ketika ada orang sakit. Orang sakit itu biasanya dipikul sampai perbatasan di Karangjati (wilayah daerah Kabupaten Ngawi)," katanya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Saimo (41), tokoh masyarakat di Dusun Bangeran

"Biasanya kalau memakai mobil hardtop (saat hujan) membutuhkan waktu sekitar 2 jam baru sampai di perempatan Karangjati. Kalau jalan kaki, membutuhkan waktu sekitar 4 jam," ujarnya.

Sementara, perkiraan dilihat dari Google Maps,  jika jalan sepanjang 4,5 Km itu beraspal dan ditempuh dengan mobil maka hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.

Pria yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Karya Usaha Desa Bobol ini menceritakan pengalamannya ketika membawa orang sakit untuk dirujuk ke puskesmas.

Baca Juga: Viral Wisatawan Asal China Diintimidasi Oknum Ojek Pangkalan di Probolinggo


Anna bersama penggemar kendaraan off road


"Saya sudah dua kali merujuk orang sakit dan itu meninggal di jalan. Terus ada orang mau melahirkan, akhirnya lahir di jalan. Kondisi saat itu hujan," terangnya.

Ia menceritakan, warga sudah sering kali mengirimkan proposal atau permohonan perbaikan ke Pemkab Bojonegoro. Namun, belum ada respon. Ia berharap pemimpin baru di Bojonegoro memperhatikan nasib Dusun Bangeran, seperti halnya desa-desa lain.

"Jadi harapan kami, jalan ini tidak dianak tirikan, agar ekonomi masyarakat lancar terus, sehingga kita bisa misalkan ada orang sakit, perjalannya lancar dan bisa dirawat yang layak," jelasnya.



Reporter: Rois Jajeli
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.