Rabu, 17 Jun 2026 02:10 WIB

Pamit Jalan-jalan, Lansia di Tulungagung Tewas di Kolam Ikan

Polisi saat melakukan olah TKP.(Foto: Humas Polres Tulungagung)
Polisi saat melakukan olah TKP.(Foto: Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung - Seorang pria lanjut usia (lansia) di Tulungagung ditemukan tewas mengapung di sebuah kolam ikan. Korban berinisial ATM (87), warga Desa Sumberejo Wetan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Jenazah korban ditemukan di kolam ikan milik menantunya di Desa Sumberingin Kidul. Dari hasil visum tidak ada temuan tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolsek Ngunut Kompol Rudi Purwanto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Selasa (24/5/2022) sore. Saat itu saksi melihat korban keluar rumah hendak berjalan-jalan. Namun ditunggu hingga petang, korban tidak juga pulang. Saksi yang tak lain menantunya lalu memberi makan ikan gurame di kolamnya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Saat memberi makan ikan, saksi terkejut melihat korban sudah meninggal mengapung. Selanjutnya saksi melaporkan temuan ini ke pihak desa dan diteruskan ke polisi," ujarnya, Rabu (25/05/2022).

Polisi yang tiba di lokasi kejadian lalu melakukan olah TKP. Kolam ikan ini memiliki kedalaman hingga 140 cm. Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Informasinya korban memiliki riwayat penyakit kronis dan sudah pikun," tuturnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Mohamad Anshori menerangkan selama Maret hingga April sudah terdapat 7 kasus orang meninggal tenggelam di kolam ikan. Mayoritas korban merupakan anak-anak. Polisi mengimbau kepada pemilik kolam ikan untuk memberi pengaman berupa jaring di tepinya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kami minta agar pemilik kolam ikan memasang jaring pengaman atau membari pagar pembatas di sekeliling kolam. Apalagi yang bibir kolamya itu tidak tinggi. Minimal dengan terpasangnya jaring atau pembatas lain, kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.