Rabu, 10 Jun 2026 08:48 WIB

PMK Mewabah, Bupati Lamongan Tegaskan Daging Sapi di Pasaran Aman Dikonsumsi

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mencicipi kuliner bakso kikil di sela-sela kegiatan kontes hewan peliharaan.(Foto : Humas Pemkab Lamongan for Jatimnow.com)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mencicipi kuliner bakso kikil di sela-sela kegiatan kontes hewan peliharaan.(Foto : Humas Pemkab Lamongan for Jatimnow.com)

Lamongan - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memastikan daging sapi yang tersebar di pasaran maupun pelaku usaha kuliner aman untuk dikonsumsi. Meski belakangan ada wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Seluruh daging yang tersebar telah dikelola dengan tepat. Jadi meskipun terinfeksi PMK bisa dikonsumsi.

"Masyarakat tak perlu khawatir. Dengan pengolahan yang tepat yakni memasak daging di atas suhu minimal 100 derajat celcius dan dalam waktu cukup lama, daging sapi aman dikonsumsi,” ungkap pejabat yang akrab disapa Yes saat kontes hewan peliharaan di Alun-alun Lamongan, Minggu (22/5/2022).

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wahyudi menambahkan, sampai saat ini belum ditemukan bukti kuat bahwa virus PMK dapat menular ke manusia.

"Namun ada potongan hewan yang tidak boleh dikonsumsi apabila terinfeksi PMK. Antara lain kaki dan organ dalam atau jeroan, mulut, bibir dan lidah,” imbuh Wahyudi sembari menjelaskan sapi harus dipotong bukan mati.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, ada 461 hewan ternak di 16 kecamatan yang terjangkit PMK per 21 Mei 2022. Dari 461 ternak tersebut, telah sembuh sebanyak 94 ekor.

Pemkab Lamongan telah melakukan percepatan penanganan hingga lokalisasi ternak sapi. Hal tersebut dilakukan untuk mengendalikan dan mengeliminasi penyebaran virus penyebab PMK.

Baca Juga: Festival Kupatan 2026 di Lamongan, Upaya Pelestarian Tradisi Warga Pantura

Selain terus melakukan penanganan berupa pemberian antibiotik, vitamin, dan desinfektan, lokalisasi sapi berupa penutupan 2 pasar besar hewan hingga koordinasi dengan Polres Lamongan untuk mengontrol keluar masuk sapi dengan baik, telah dan terus dilakukan.

“Kami juga bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) Universitas Airlangga untuk memberikan edukasi dan contoh penanganan kasus PMK di lapangan, untuk mengeliminated jangan sampai PMK menyebar ke ternak lain seperti domba dan kambing," urai Wahyudi.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.