Minggu, 07 Jun 2026 09:13 WIB

Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (tengah) saat menghadiri rakor penanganan dampak dan potensi bencana musim kemarau 2026. (Foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (tengah) saat menghadiri rakor penanganan dampak dan potensi bencana musim kemarau 2026. (Foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya menjaga optimalisasi hasil pertanian di tengah berbagai tantangan musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan segera datang.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menegaskan, komitmen tersebut selaras dengan forum rapat kordinasi penanganan dampak dan potensi bencana musim kemarau, bahwa seluruh pihak diminta untuk menyatukan langkah dan kebijakan.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

"Forum strategis ini ditujukan untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam menghadapi potensi kemarau yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air," katanya, Selasa (7/4/2026).

Ia menyampaikan, Kabupaten Lamongan akan berupaya mengurangi dampak kemarau dengan berbagai skema, untuk menjaga swasembada pangan bisa terus berjalan.

“Upaya ini tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga memastikan produksi pertanian tetap optimal sehingga swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga: Bulog Kediri Siap Hadapi El Nino, Stok Beras Aman hingga 14 Bulan ke Depan

Dalam rakor disampaikan bahwa fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan 20–40 persen, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Sejumlah strategi utama mulai disusun, di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini; optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur air; serta pemanfaatan pompanisasi dan irigasi perpompaan.

Selain itu, percepatan masa tanam dilakukan untuk mengejar sisa air hujan, disertai penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan.

Baca Juga: Atasi Krisis, Polres Pasuruan dan PMII Kirim Air Bersih ke Desa Karangjati

Tidak hanya itu, peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi fokus guna mendukung percepatan tanam dan efisiensi produksi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam pengaturan distribusi air irigasi dan dukungan sarana produksi pertanian.

Selain penanganan bencana, sinergi antar lembaga diperkuat melalui kesiapan operasi modifikasi cuaca, dukungan sarana operasi udara untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penyiapan sistem pompanisasi untuk mengairi lahan terdampak kekeringan.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.