Kamis, 23 Jul 2026 10:39 WIB

Pemkab Lamongan Matangkan Skema Hadapi Kemarau Panjang 2026

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (tengah) saat menghadiri rakor penanganan dampak dan potensi bencana musim kemarau 2026. (Foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (tengah) saat menghadiri rakor penanganan dampak dan potensi bencana musim kemarau 2026. (Foto : Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan berupaya menjaga optimalisasi hasil pertanian di tengah berbagai tantangan musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan segera datang.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menegaskan, komitmen tersebut selaras dengan forum rapat kordinasi penanganan dampak dan potensi bencana musim kemarau, bahwa seluruh pihak diminta untuk menyatukan langkah dan kebijakan.

Baca Juga: Nyamar Jadi Warga Biasa, Anggota DPRD Lamongan Kecewa Layanan KTP di MPP Lamban

"Forum strategis ini ditujukan untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam menghadapi potensi kemarau yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air," katanya, Selasa (7/4/2026).

Ia menyampaikan, Kabupaten Lamongan akan berupaya mengurangi dampak kemarau dengan berbagai skema, untuk menjaga swasembada pangan bisa terus berjalan.

“Upaya ini tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga memastikan produksi pertanian tetap optimal sehingga swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Segera Terapkan Parkir Elektronik, Diharapkan Dongkrak PAD

Dalam rakor disampaikan bahwa fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan 20–40 persen, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Sejumlah strategi utama mulai disusun, di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini; optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur air; serta pemanfaatan pompanisasi dan irigasi perpompaan.

Selain itu, percepatan masa tanam dilakukan untuk mengejar sisa air hujan, disertai penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

Tidak hanya itu, peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga menjadi fokus guna mendukung percepatan tanam dan efisiensi produksi. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam pengaturan distribusi air irigasi dan dukungan sarana produksi pertanian.

Selain penanganan bencana, sinergi antar lembaga diperkuat melalui kesiapan operasi modifikasi cuaca, dukungan sarana operasi udara untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penyiapan sistem pompanisasi untuk mengairi lahan terdampak kekeringan.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.