Sabtu, 06 Jun 2026 13:41 WIB

Festival Kupatan 2026 di Lamongan, Upaya Pelestarian Tradisi Warga Pantura

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat membuka kegiatan Festival Kupatan 2026. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat membuka kegiatan Festival Kupatan 2026. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Festival Kupatan 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan berlangsung semarak di Lapangan Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini rutin digelar sebagai wadah pelestarian budaya dan tradisi masyarakat pantai utara (Pantura) Lamongan dalam merayakan Lebaran Ketupat.

Baca Juga: Hari Jadi ke-457 Lamongan, Momen Perkuat Basis Ekonomi Lewat Sektor Pangan

Rangkaian acara diawali dengan kenduri atau doa bersama di Menara Rukyat, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan festival, mulai dari lomba cipta menu kupat, lomba perahu hias, prosesi rebutan gunungan ketupat, hingga pembagian ribuan porsi kupat gratis kepada masyarakat.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan bahwa tradisi kupatan di wilayah Pantura telah berlangsung sejak awal penyebaran ajaran Islam dan tetap dipertahankan hingga saat ini.

“Tradisi kupatan ini telah ada sejak masa para wali dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki nilai sejarah, sosial, dan budaya yang kental dengan peradaban Islam di Pantura Lamongan.

Baca Juga: Alokasi Pupuk Sektor Perikanan Lamongan Tembus 52.278 Ton, Tertinggi di Jatim

“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi mengandung makna spiritual dan sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan, Siti Rubikah, menjelaskan bahwa tradisi kupatan bagi masyarakat Pantura tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi.

“Festival ini menjadi pesta rakyat sekaligus penguatan identitas budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah modernisasi, kegiatan ini penting untuk menjaga eksistensi tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Baca Juga: Kementan Siapkan Langkah Strategis Jaga Produktivitas Hasil Pertanian di Lamongan

Ia menambahkan, penyelenggaraan Festival Kupatan juga bertujuan untuk melestarikan tradisi masyarakat, meningkatkan partisipasi dalam merawat warisan budaya daerah, menarik minat wisatawan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.