Rabu, 22 Jul 2026 16:05 WIB

Festival Kupatan 2026 di Lamongan, Upaya Pelestarian Tradisi Warga Pantura

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat membuka kegiatan Festival Kupatan 2026. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat membuka kegiatan Festival Kupatan 2026. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Festival Kupatan 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lamongan berlangsung semarak di Lapangan Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini rutin digelar sebagai wadah pelestarian budaya dan tradisi masyarakat pantai utara (Pantura) Lamongan dalam merayakan Lebaran Ketupat.

Baca Juga: Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

Rangkaian acara diawali dengan kenduri atau doa bersama di Menara Rukyat, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan festival, mulai dari lomba cipta menu kupat, lomba perahu hias, prosesi rebutan gunungan ketupat, hingga pembagian ribuan porsi kupat gratis kepada masyarakat.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan bahwa tradisi kupatan di wilayah Pantura telah berlangsung sejak awal penyebaran ajaran Islam dan tetap dipertahankan hingga saat ini.

“Tradisi kupatan ini telah ada sejak masa para wali dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki nilai sejarah, sosial, dan budaya yang kental dengan peradaban Islam di Pantura Lamongan.

Baca Juga: TMMD ke-129 di Desa Tlemang Lamongan Bangun Jalan, RTLH hingga Irigasi

“Ini bukan sekadar perayaan, tetapi mengandung makna spiritual dan sosial,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan, Siti Rubikah, menjelaskan bahwa tradisi kupatan bagi masyarakat Pantura tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi.

“Festival ini menjadi pesta rakyat sekaligus penguatan identitas budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah modernisasi, kegiatan ini penting untuk menjaga eksistensi tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Baca Juga: KUA-PPAS 2027, Pemkab Lamongan Kejar Target Peningkatan Indeks Multi-Sektor

Ia menambahkan, penyelenggaraan Festival Kupatan juga bertujuan untuk melestarikan tradisi masyarakat, meningkatkan partisipasi dalam merawat warisan budaya daerah, menarik minat wisatawan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan nilai gotong royong di tengah masyarakat.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.