Selasa, 16 Jun 2026 22:21 WIB

Warga Tulungagung Larung Aneka Ragam Hasil Bumi di Sungai Brantas

Prosesi tradisi sedekah bumi larung Sungai Brantas.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Prosesi tradisi sedekah bumi larung Sungai Brantas.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Masyarakat Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, menggelar tradisi sedekah bumi. Prosesi dilakukan di bantaran Sungai Brantas, Minggu (22/05/2022) sore. Mereka melarung aneka ragam hasil bumi dan melepaskan hewan ke sungai, sebagai simbol tolak bala terhadap segala marabahaya. Tradisi tersebut baru diadakan tahun ini dan akan digelar rutin setiap tahun.

Kepala Desa Pucunglor Imam Sopingi mengatakan, tradisi sedekah bumi larung Sungai Brantas digelar sebagai bentuk rasa sykur masyarakat atas manfaat sungai tersebut. Selain untuk keperluan irigasi pertanian, masyarakat juga banyak terbantu dengan keberadaan Sungai Brantas. Terlebih bagi mereka yang bekerja sebagai penambang pasir tradisional.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Ini merupakan bentuk syukur masyarakat atas berkah dari Sungai Brantas," ujarnya.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dilakukan di balai desa setempat. Selanjutnya warga mengarak aneka sesajen dan hasil bumi ke bantaran Sungai Brantas sejauh 1 kilometer. Setibanya di bantaran sungai, mereka melakukan ritual dan doa. Sesajen dan hasil bumi kemudian dilarung ke sungai. Beberapa hewan seperti itik, merpati, ayam dan ikan juga dilepaskan dalam ritual.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Ketua Pirukunan Abdi Budaya Tulungagung Agus Utomo menyebutkan, tradisi ini merupakan upaya membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap segala potensi Sungai Brantas. Mulai dari potensi pertanian, hasil bumi maupun lainnya. Jadi diharapkan masyarakat mempunyai rasa memiliki dan kepedulian terhadap sungai.

"Akhirnya diharapkan masyarakat juga menjaga ekologi maupun ekosistem sungai ini," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pelepasan hewan dalam ritual juga memiliki makna sebagai tolak bala. Masyarakat diharapkan dijauhkan dari segala bahaya yang ada. Dalam ritual, warga turut mendoakan orang-orang yang meninggal di Sungai Brantas. Selama ini tak jarang ada temuan jenazah di sungai tersebut.

"Dengan doa yang dipanjatkan, semoga arwah mereka bisa diterima di sisi Tuhan dan disempurnakan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.