Sabtu, 20 Jun 2026 18:49 WIB

Pembangunan Air Mancur Menari di Telaga Ngebel Ponorogo Dimulai Agustus 2022

Pemaparan master plan water fountain Telaga Ngebel, Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Pemaparan master plan water fountain Telaga Ngebel, Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Pemkab Ponorogo terus menggeber pengembangan wisata di Bumi Reog. Dalam waktu dekat, pemkab merealisasikan proyek water fountain (air mancur) untuk memperindah Telaga Ngebel.

Air mancur menari ini menurut rencana mulai dibangun pada Agustus 2022. Tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya (UB) Malang yang dilibatkan dalam proyek ini, memaparkan tahapan pembangunan water fountain di destinasi wisata andalan Ponorogo tersebut.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan, proyek water fountain di Telaga Ngebel sudah memasuki perancangan Detail Engineering Design (DED) untuk melengkapi dokumen lingkungan dan analisis mengenai dampak lalu lintas (andalalin), serta penunjukan konsultan pengawas.

Tim juga telah melakukan survei lokasi. Sugiri berharap tahun ini bisa dilaksanakan lelang untuk memperlancar pengerjaan.

"Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lelang," ujar Sugiri, Jumat (20/5/2022).

Meski demikian, Kang Giri, sapaan akrab Sugiri, memastikan pengerjaan ini tidak akan dilakukan tergesa-gesa agar hasilnya maksimal. Selain itu, pembangunan juga melibatkan lintas sektoral, seperti Pemprov Jatim, Perhutani dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Koordinasi yang baik, ditekankan pemkab agar ke depannya tidak terjadi kesalahpahaman. Terlebih kawasan strategis di Telaga Ngebel butuh tahapan yang teliti, pun dengan pembangunan water fountain yang diawali dengan persiapan sarana penunjang.

Ditambah lagi, pengembangan juga memerlukan anggaran lebih besar. Seperti penyediaan sentra pedagang, area parkir yang memadai, dermaga wisata air, pasar agrobisnis, dan pembangunan jalan layang.

"Anggarannya belum cukup kalau ingin kita paksakan," jelas Kang Giri, sembari menyebut Telaga Ngebel memerlukan daya pikat tambahan selain keindahan alamnya.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Pemaparan master plan air terjun menari di lokasi wisata Telaga Ngebel, Ponorogo.Pemaparan master plan air terjun menari di lokasi wisata Telaga Ngebel, Ponorogo.

Sementara itu, pemateri dari LPPM UB Eddi Basuki Kunriawan menjabarkan master plan water fontain. Menurutnya, proyek ini diawali dengan pengerjaan tribun area, pembangunan tempat panel kontrol, dan pengadaan travo listrik pada Agustus hingga Desember 2022.

"Mewujudkan water fountain itu membutuhkan infrastruktur penunjang," kata Eddi.

Eddi menyebut, jika sesuai plan dari UB, pembangunan water fountain akan berlangsung pada 2023, di mana lokasinya berada di perairan telaga.

Baca Juga: Bising Kota Malang Tiba-tiba Hilang di Tempat Ini

"Tidak 24 jam. Nanti ada jam-jam tertentu tergantung pemrograman," tambah Eddi yang juga dosen UB ini.

Program ini sekaligus informasi bagi masyarakat yang ingin melihat langsung air mancur menari, sehingga bisa datang di waktu yang dijadwalkan.

Eddi membeberkan, secara keseluruhan pembangunan water fountain membutuhkan dana Rp15 miliar. Anggaran sebesar itu untuk pekerjaan tribun area, rumah panel, pengadaan travo listrik dan air mancur.

"Sesuai misi Bupati menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan Ponorogo dengan mengembangkan kawasan strategis di Telaga Ngebel," pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.