Rabu, 17 Jun 2026 06:07 WIB

Warga Gubeng Surabaya Sambat Bansos Mbeleset hingga Banjir Berkepanjangan

Wakil Ketua Komisi D Ajeng Wira Wati saat menggelar reses di Kecamatan Gubeng (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Wakil Ketua Komisi D Ajeng Wira Wati saat menggelar reses di Kecamatan Gubeng (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menggelar reses di Kecamatan Gubeng, berlokasi di Balai RW 7 Jl Karangmenjangan. Di sana, para warga mengeluhkan tentang bantuan sosial (Bansos) yang masih belum merata dan tepat sasaran.

"Permasalahan paling banyak adalah Bansos. Ini tadi disampaikan bahwa kerancuan merupakan masalah klasik tapi belum bisa diselesaikan dengan baik," ucap Ajeng, Rabu (18/5/2022) malam.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Ia menambahkan, permasalahan Bansos ini bisa menjadi sangat sensitif karena menunjukkan kegagalan pendataan oleh Pemkot Surabaya.

Mengatasi hal itu, sebelumnya DPRD telah memberi opsi jika penerima Bansos harus mendapat stiker penanda di setiap rumahnya.

"Kemarin kami sudah meminta memberikan anggaran terkait stikerisasi, yang jelas butuh pemerintah kota untuk merealisasikan untuk anggaran itu. Dengan stikerisasi bisa ada transparansi yang lebih baik lagi kedepannya," ucapnya.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"(Tujuannya) memudahkan untuk musyawarah, baik dari penerima bansos, RT, RW, kelurahan, bahkan pendamping PKH, supaya meminimalisir salah sasaran," sambung politisi Gerindra itu.

Selain Bansos yang dinilai belum tepat sasaran, beberapa warga juga mengeluhkan tentang bencana banjir akibat hujan yang masih berkepanjangan di wilayah itu.

"Paling banyak (kedua) masalah penanggulangan banjir, Kota Surabaya masih belum maksimal, entah karena salurannya tertutup bangunan atau karena pompanya sudah rusak," lanjut Ajeng.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Bersama Mbak Vinanda Salurkan Bansos Rp1,819 M di Kota Kediri

Dari keluhan-keluhan warga itu, Ajeng berjanji akan membawanya ke Pemkot Surabaya untuk menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Pahlawan.

"Jadi kedua masalah ini akan kami teruskan langsung kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk segera ditindaklanjuti. Jangan sampai menunggu hingga membuat rumah mereka jadi rusak serta ada bantuan lainnya bisa sesegera mungkin agar tidak menjadi banjir yang berkepanjangan," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.