Sabtu, 20 Jun 2026 05:41 WIB

Bupati Malang Masih Ragu Izinkan Warga Lepas Masker di Tempat Terbuka

Bupati Malang, Muhammad Sanusi (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)   
Bupati Malang, Muhammad Sanusi (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)  

Malang - Meski Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) sudah memperbolehkan masyarakat melepas masker di tempat terbuka dan tidak padat, tampaknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih belum berani memberikan instruksi yang sama.

Keraguan dari Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyusul belum adanya instruksi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atau biasa disebut Inmendagri.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Ya seperti itu (harus memakai masker), untuk menghindarkan saja. Tapi kalaupun ndak pakek, selama tidak ada orang yang tertular, maka tidak akan menularkan," terang Sanusi di Pendopo Kabupaten Malang, Rabu (18/5/2022).

Karena belum adanya Imendagri, Sanusi masih menganggap instruksi presiden tersebut adalah bentuk pengarahan dan petunjuk.

"Secara tertulis Inmendagri belum kami terima. Maka kita ikuti saja seperti itu," tegasnya.

"Kita menunggu (Inmendagri). Bupati ini kan hanya menjalankan perintah atasan. Dan semua yang dilakukan bupati harus ada cantolan dari atasnya. Kalau instruksi dari pusat ada, maka langsung kita teruskan," tambah Sanusi.

Saat ditanya apakah Kabupaten Malang sudah memungkinkan untuk membuka masker, Sanusi belum bisa memberikan jawaban pasti.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Kalau dari sisi penyebaran, kita per hari antara satu atau dua kasus baru. Maka dimungkinkan daerah yang tidak terpapar Covid-19 bisa lepas masker secara bertahap. Ketika kerumunan ini harus memakai masker, tapi di ruangan bebas kita boleh tidak memakai masker," jelasnya.

Sanusi juga belum bisa memastikan di ruang publik mana saja warga diperbolehkan membuka masker.

"Masih menunggu pengkajian, belum ada regulasi dari Mendagri. Kita acuannya Inmendagri tentang pengaturan PPKM," paparnya.

Dia mengungkapkan jika saat ini kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Malang hanya ada empat orang pasien.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Kalau hari ini naik lagi. Kemarin dua, sekarang empat orang, besok mungkin habis. Jadi sekarang kasus aktifnya empat orang," pungkasnya.

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.