Kamis, 18 Jun 2026 15:40 WIB

9 Korban Nasi Kotak di Jombang Masih Dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit

Warga Dusun Garu, Desa Podoroto yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kesamben lantaran mengalami mual, muntah serta diare setelah memakan nasi kotak.(Foto: Elok Aprianto)
Warga Dusun Garu, Desa Podoroto yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kesamben lantaran mengalami mual, muntah serta diare setelah memakan nasi kotak.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Sebanyak 9 warga Jombang korban nasi kotak masih menjalani perawatan di puskesmas dan rumah sakit. 2 Di antaranya merupakan anak-anak. Mereka adalah warga Dusun Garu, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Perawat Puskesmas Kesamben Imam Purwanto mengatakan, sejauh ini yang dirawat inap ada 9 orang. Kini kondisi para pasien sudah membaik.

Baca Juga: Satu Menu Janggal Penyebab 200 Siswa di Surabaya Keracunan MBG

"Tadi malam sampai pagi yang dirawat inap ada 9 orang, yang di rujuk ke RS ada 3 orang. Kondisinya sekarang sudah membaik, dan kami masih awasi," ungkap Imam pada sejumlah jurnalis di kantornya, Sabtu (14/5/2022).

Dikatakan Imam, ada sekitar 25 orang yang mengeluhkan ke Puskesmas Kesamben. Keluhan warga satu Dusun itu rata-rata mual, muntah, dan diare.

"Awalnya itu badan meriang, terus muncul mual dan muntah. Tadi malam itu ada yang rawat jalan sekitar 13 orang. Yang dirujuk tadi malam 3 orang ke RS Sakinah dan ada juga yang ke Basuni," tukasnya.

Sementara itu, Erma (27) salah satu pasien asal Dusun Garu, Desa Podoroto mengaku masih merasa mual dan muntah hingga pagi tadi. Ia hanya memakan sedikit telor dari acara Yasinan yang digelar di rumah salah satu warga.

Baca Juga: 200 Siswa Keracunan MBG di Surabaya, Armuji Minta SPPG Ditutup

"Rabu malam itu makannya, terus Kamis subuh merasa mual, mules dan badan panas. Saya cuma makan telur saja sedikit. Kalau adik saya itu juga makan nasi kotaknya dan sekarang juga dirawat di Puskesmas," katanya.

Ditanya apa yang dirasakan saat ini, Erma menyebutkan masih merasakan mual dan badannya terasa lemas.

"Sekarang masih lemas, tapi udah gak diare," pungkasnya.

Baca Juga: 200 Siswa Surabaya Keracunan Menu MBG

Baca Juga: Usai Santap Nasi Kotak, Puluhan Warga Desa Podoroto Jombang Masuk Puskesmas

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.