Selasa, 16 Jun 2026 01:40 WIB

Air Saluran Pertanian di Jabon, Jombang Diduga Tercemar, Warga Mengeluh

Warga Dusun Jabon, Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang saat menunjukkan air saluran pertanian yang berbau (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Warga Dusun Jabon, Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang saat menunjukkan air saluran pertanian yang berbau (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kondisi air saluran pertanian di Dusun Jabon, Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang diduga tercemar dikeluhkan warga setempat.

Rohman (52) warga Dusun Jabon RT 3, RW 3, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang menyebut, air saluran pertanian itu berbau tidak sedap seperti bangkai, meski tidak setiap hari. Diduga air tersebut tercemar limbah pabrik yang ada di sekitar dusun.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Yang dikeluhkan warga lingkungan ini, itu baunya. Cuman baunya itu gak setiap saat. Tapi kalau kemarau air tidak mengalir itu baru berbau," ungkap Rohman kepada sejumlah wartawan, Rabu (11/5/2022).

Menurut Rohman, air saluran ini berasal dari saluran tersier di Desa Denanyar dan melewati belakang pabrik yang ada di desa setempat.

"Saluran ini dari Denanyar, mengalir ke Mojokrapak ini pengairan pertanian. Dan saluran ini melewati belakang pabrik sosis, ya ini mungkin dampak limbah," terang Rohman.

Dia mengaku bau seperti bangkai ini sudah berlangsung lama. Meski warga pun sempat protes, tapi mereka tidak tahu harus melapor ke mana.

"Dampak pabrik itu banyak, selain bau ini. Padahal dampak baunya sudah satu tahunan. Dulu kita pernah masyarakat mau protes, tapi gak tau kemana harus laporan. Tapi sebenarnya kepala dusun sini sudah tau persoalan ini," beber dia.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Dia dan warga juga khawatir jika persoalan ini tidak ditangani pihak terkait. Lantaran air saluran ini mengalir ke area persawahan.

"Ini kalau yang melewati pemukiman ini sekitar 500 meter. Nah terus ke sawah, itu juga berdampak pada pertanian warga. Yang paling penting itu, masyarakat khawatir jika 5 sampai 10 tahun nanti, air ini akan mencemari sumur-sumur warga," tegasnya.

Selain menyebabkan air berbau, menurut Rohman, dampak buruk dari pabrik ini juga membuat jalan di wilayah desa rusak.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Dampak pabrik ini juga banyak. Selain bau busuk air, jalan ekonomi masyarakat itu juga rusak," terang dia.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum mengaku akan mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan ke saluran air pertanian yang baunya dikeluhkan warga itu.

"Kita akan ke lokasi untuk ambil sampel air," tegas Ulum.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.