Selasa, 16 Jun 2026 10:21 WIB

Bus Rombongan SMPN 1 Kepanjen Kecelakaan di Karanganyar, Kernet Dikabarkan Tewas

Humas SMPN 1 Kepanjen, Rustini.(Foto: Rizal Adhi Pratama)
Humas SMPN 1 Kepanjen, Rustini.(Foto: Rizal Adhi Pratama)

Malang - Bus pariwisata rombongan SMPN 1 Kepanjen mengalami kecelakaan di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Tiga dari tujuh bus yang mengangkut siswa kelas 9 itu mengalami kecelakaan beruntun di Tol Solo-Ngawi KM 513+800 B, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Rabu (11/05/2022).

Humas SMPN 1 Kepanjen Rustini menjelaskan, rombongan siswa yang liburan berangkat pada 10 Mei 2022. Rencananya, mereka pulang 12 Mei 2022.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Berangkat malam hari sekitar pukul 20.30 WIB, yang berangkat kelas 9 semua. Semuanya sudah ujian nasional dan tinggal menunggu hasilnya," terangnya saat dikonfirmasi.

Sesampainya di Tol Solo-Ngawi, salah satu bus yang dikendarai Basuki (47) mengalami kecelakaan dengan sebuah truk pengangkut obat-obatan pertanian yang dikemudikan Ahmad Efendi (34). Insiden ini menimbulkan rentetan kecelakaan kendaaan lainnya. Yakni mobil pribadi yang dikemudikan Subhan (49) dan 2 bus lain di belakangnya yang dikendarai Ariyanto serta Mulyoto.

"Pas di Tol Karanganyar itu bus yang depan menabrak truk mengangkut obat-obatan. Sehingga terjadi tabrakan beruntun ke belakang. Kalau berita dari sana, ada 3 bus yang mengalami kerusakan," ungkapnya.

Menurut konfirmasi dari Rustini, tidak ada guru maupun siswa yang mengalami luka berat. Namun salah seorang kernet bus bernama Muhaimin (39) dikabarkan meninggal dunia.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Untuk saat ini penumpang tidak ada yang luka berat, hanya luka-luka kecil. Untuk jumlah yang luka saya tidak diberi tahu betapa orang, tapi yang pasti tidak banyak," jelasnya.

Lebih lanjut, Rustini menambahkan, rombongan siswa akan berwisata ke Merapi, Gua Pindul, dan Malioboro.

"Ada 7 bus yang berangkat. Total ada 9 guru wali kelas yang ikut ditambah 5 staf. Total kelas sembilan ada 350 murid dari 11 kelas. Tapi yang ikut tidak semua murid," tuturnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Atas kejadian ini, rencana liburan para siswa harus buyar dan kini dalam perjalanan pulang ke Malang.

"Para wali kurid kayaknya sudah tahu, dan para wali kelas sudah konfirmasi dengan saya. Semua orang tua sudah tenang karena tahu kondisi anaknya masing-masing. In Sya Allah anak-anak sudah berangkat ke sini, pulang," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.