Pembunuh Wanita Tanpa Busana di Probolinggo Pukul Korban Pakai Kunci Inggris
- Penulis : Mahfud Hidayatullah
- | Selasa, 10 Mei 2022 17:59 WIB
Probolinggo - Satreskrim Polres Probolinggo bersama Polsek Bantaran menggelar rekonstruksi pembunuhan Jaminah (65), wanita yang ditemukan tewas tanpa busana di sebuah lahan Desa Kegundi, Kecamatan Bantaran, 25 April lalu.
Ahmad Hadi (23) tersangka yang masih kerabat korban, dihadirkan untuk memeragakan 12 adegan. Sebelumnya, di hadapan polisi, ia mengaku tega menghabisi Jaminah karena sakit hati.
Baca Juga: Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo
Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arysa Khadafi melalui Kapolsek Bantaran AKP Sugeng Harianto mengatakan, rekonstruksi diawali saat tersangka berniat meminjam uang kepada korban. Namun bukannya mendapat pinjaman, korban malah menerima makian. Karena sakit hati, tersangka kemudian meninggalkan rumah korban.
Baca juga:
- Geger Jenazah Wanita Tanpa Busana di Probolinggo
- Mayat Wanita Tanpa Busana di Probolinggo, Dibunuh Kerabat Sendiri
- Ini Motif Pembunuh Wanita Tanpa Busana di Probolinggo
"Akan tetapi tersangka memiliki dendam kepada pelaku sehingga mendatangi rumah korban kembali pada sore harinya," kata Sugeng, Selasa (10/5/2022).
Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo
Adegan selanjutnya, tersangka melihat kunci inggris yang berada di atas rak sepatu. Benda itu diambil tersangka untuk dipukulkan kepada korban yang sedang mandi.
"Tak hanya sekali tersangka memukul korban di bagian tengkuk lehernya menggunakan kunci inggris, melainkan memukul sebanyak lima kali hingga membuat korban jatuh tersungkur," ujarnya.
Baca Juga: Tekan Curanmor, Polres Probolinggo Kota Perketat Pengawasan Pasar Onderdil Bekas
Tersangka juga memeragakan berlari ke ruang tamu karena panik hingga meninggalkan bercak di tembok dan lantai.
"Setelah berfikir cukup lama, akhirnya tersangka berinisiatif menyeret korban dan membuangnya ke pekarangan kosong samping rumah pada malam hari agar tidak diketahui masyarakat sekitar," tandasnya.
Editor : Arina Pramudita