Rabu, 17 Jun 2026 10:34 WIB

Dinkes Tulungagung Lakukan Ini Pasca-Temuan Kasus Dugaan Hepatitis Akut

RSUD dr iskak Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
RSUD dr iskak Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan penyelidikan epidemilogi, pasca-temuan kasus pasien diduga terserang hepatitis akut. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap anak berusia 16 tahun kebawah, yang berada di sekitar rumah pasien.

Selain itu, petugas juga melakukan tracing terhadap kontak erat pasien. Hingga saat ini belum ada temuan kasus baru terkait penyakit hepatitis yang belum diketahui penyebabnya ini.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, dr Kasil Rokhmad mengatakan menemukan satu anak yang mengalami sakit, dan memiliki riwayat kontak dengan pasien yang sudah meninggal tersebut. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan di RSUD dr Iskak, anak tersebut dinyatakan negatif hepatitis dan kini sudah pulang ke rumah.

"Statusnya sebagai adik pasien yang meninggal Jumat kemarin, kondisinya sakit tapi bukan hepatitis sehingga sudah kita pulangkan," ujarnya, Senin (9/5/2022).

Pihak Dinkes juga telah mengirim sampel milik pasien meninggal diduga karena hepatitis ini. Sampel berupa darah, feses dan urine tersebut dikirim ke Jakarta untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

"Jadi ada dua hal yang kita lakukan pasca-temuan kasus, yakni pengiriman sampel dan penyelidikan epidemiologi," terangnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sementara itu, Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Dharmoredjo mengaku telah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien hepatitis akut. Ruang isolasi ini terpisah dengan ruangan pasien lain.

Meskipun begitu mereka mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik berlebihan. Masyarakat diminta selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

"Kita sudah siap dengan ruang isolasi," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sebelumnya bocah perempuan berusia 7 tahun meninggal dunia dengan gejala penyakit hepatitis, Jumat (6/5/2022) lalu. Pasien tersebut mengalami demam disertai mual dan diare. Selain itu pasien juga mengalami gejala kekuningan pada kulit dan mata.

Pasien diketahui sempat mendapatkan perawtan intensif di rumah sakit. Namun kondisi kesadarannya terus mengalami penurunan dan meninggal dunia.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.