Kamis, 18 Jun 2026 05:09 WIB

Pajak Wisata Tahun 2022 Melonjak Signifikan, Pemkab Malang Happy

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Made Arya Wedantara mengatakan pada libur Lebaran tahun ini jumlah wisatawan di Kabupaten Malang melonjak signifikan. Hal ini disambut baik karena juga akan menambah pendapatan daerah dari sektor pajak wisata.

"Jika dibandingkan tahun lalu (hasilnya) sangat meningkat, karena sejak 2 tahun lalu sepi akibat pandemi," terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (9/5/2022).

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Made menjelaskan, peningkatan ini terlihat jelas dari porporasi tiket yang terus habis selama libur Lebaran ini.

"Pengelola wisata meminta penambahan porporasi tiket karena habis. Jadi kalau dihitung misalnya Pantai Regent yang porporasi tiketnya 150 ribu maka potensi pajaknya Rp150 juta," jelasnya.

"Selain itu ada Pantai Goa China yang potensi pajaknya Rp210 juta dan Pantai Selok Banyu Meneng yang mencapai Rp44 juta," bebernya.

Made mengatakan ketiga pantai yang ia sebutkan adalah wisata-wisata yang dikelola oleh Perum Perhutani Malang.

Baca Juga: Bising Kota Malang Tiba-tiba Hilang di Tempat Ini

Sementara untuk objek-objek wisata yang dikelola oleh Perum Jasa Yasa ternyata juga memiliki potensi yang tidak kalah menggiurkan.

"Misalnya ada Pantai Balekambang yang memiliki porporasi tiket 110 ribu memiliki potensi pajak Rp220 juta. Kalau untuk Pantai Ngliyep memiliki porporasi tiket 50 ribu memiliki potensi pajak Rp75 juta," ucapnya.

Meski demikian, Made menegaskan saat ini pihaknya masih akan melakukan inventarisir untuk potensi pajak di objek-objek wisata lain.

Baca Juga: Foto: Menjelajah Penglipuran, Simbol Keteguhan Bali Menjaga Warisan Leluhur

"Untuk realisasi masih menunggu dari pelaporan para pengelola wisata. Tapi kalau potensi (pajak) memang jauh banget kalau dibandingkan 2 tahun lalu," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.