Kamis, 18 Jun 2026 05:14 WIB

UPP Beber Penyebab Kandasnya KMP Sabuk Nusantara 91 di Perairan Sumenep

Proses evakuasi penumpang KMP Sabuk Nusantara yang kandas di Perairan Setabok, Sumenep. (Foto: UPP Kelas III Sapeken/jatimnow.com)
Proses evakuasi penumpang KMP Sabuk Nusantara yang kandas di Perairan Setabok, Sumenep. (Foto: UPP Kelas III Sapeken/jatimnow.com)

Sumenep - Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sapeken masih terus berupaya mengevakuasi KMP Sabuk Nusantara 91 yang kandas di Perairan Setabok. Sebelum dilakukan evakuasi, pihak terkait telah melakukan penyelaman untuk mengetahui kondisi kapal penumpang itu.

Kepala UPP Kelas III Sapeken, Edi Kuswanto mengungkapkan, setelah menerima laporan KMP Sabuk Nusantara 91 kandas usai menabrak karang dan pasir, dilakukan penyelaman untuk mengetahui kondisi terkininya.

Baca Juga: Mendadak Lumpuh, Petugas Damkar Tulungagung Evakuasi Siswa Lewat Balkon

"Badan kapal kandas di dasar pasir halus. Sehingga peluang sangat besar badan kapal bisa lepas kandas," sebutnya, Jumat (6/6/2022).

Baca juga:

Tidak ada kerusakan berarti usai kapal yang membawa 434 pemudik rute Pelabuhan Sapeken-Kangean-Kalianget tersebut kandas. Meski demikian, pihaknya akan berupaya melakukan pengecekan ulang setelah kapal berhasil ditarik dari lokasi.

Baca Juga: Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Kolombia Hasil Temuan di Sumenep

"Kalau sudah berhasil nanti akan direkomendasikan untuk dilakukan pekerjaan di bawah laut. Untuk memastikan tidak ada kerusakan pada badan kapal. Khususnya lambung kapal," tegas Edi.

Insiden kandasnya kapal diprediksi murni akibat human eror. Apalagi kapal kandas saat air laut sedang surut. Sehingga, dapat disimpulkan sebelum kejadian tidak ada masalah dengan kapal.

Setelah dievaluasi, lanjutnya, diketahui jika pada saat kejadian, kapal keluar alur sekitar 5 NM dan mengalami kandas pada pukul 13.00 WIB. Posisi kapal di koordinat Lintang/Bujur 06 56.3926'S - 115 41.2655'E. Saat itu, kondisi arus kuat sehingga haluan kapal terlempar ke kiri.

Baca Juga: Misteri Perahu Menyala Tanpa Awak Terjawab, Nelayan Sumenep Ditemukan Meninggal

"Kemudian Nakhoda mengambil tindakan memberi komando olah gerak mengusahakan kapal keluar dari posisi kapal kandas dan dikarenakan kondisi air semakin surut dan tidak memungkinkan untuk melakukan olah gerak kapal," bebernya.

KMP Sabuk Nusantara 91, sebelumnya dikabarkan kandas pada Kamis (5/5/2022), 30 menit usai berlayar membawa pemudik arus balik rute Pelabuhan Sapeken-Kangean-Kalianget.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.