Misteri Perahu Menyala Tanpa Awak Terjawab, Nelayan Sumenep Ditemukan Meninggal
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Rabu, 25 Mar 2026 10:20 WIB
jatimnow.com - Operasi pencarian nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (24/3/2026).
Tragedi ini bermula dari laporan penemuan sebuah perahu tak bertuan oleh nelayan setempat. Keanehan terlihat karena mesin perahu tersebut masih dalam kondisi menyala dan melaju ke arah darat, dengan peralatan pancing masih tertata rapi di atasnya.
Baca Juga: Tim SAR Perluas Pencarian ABK MT Kusuma 1 yang Jatuh di Perairan Sampang
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung diterjunkan untuk menyisir lokasi kejadian. Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit menjelaskan bahwa korban ditemukan pada Selasa siang sekitar pukul 11.11 WIB, setelah tim mendapat informasi tambahan dari nelayan sekitar.
"Tim SAR Gabungan merapat ke titik koordinat 7° 3' 59,892" LS dan 114° 1' 59,124" BT. Jarak penemuan jenazah kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi awal ditemukannya perahu milik korban," terang Nanang.
Proses evakuasi segera dilakukan dengan membawa jenazah korban menuju Dermaga Talango, yang memakan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan laut.
Baca Juga: Polda Jatim Musnahkan 22 Kg Kokain Kolombia Hasil Temuan di Sumenep
"Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban langsung kami serahterimakan kepada pihak keluarga menggunakan ambulan untuk dibawa ke rumah duka guna proses pemakaman," tambahnya.
Menyusul ditemukannya korban dan rampungnya proses evakuasi, operasi SAR pun secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh personel gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Baca Juga: Koarmada II Gelar Latihan Kesiapsiagaan Operasi, Siap Tangani Kecelakaan Laut
Berkaca dari insiden nahas ini, Basarnas mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya nelayan pesisir, untuk tidak meremehkan faktor keselamatan saat mencari ikan. Penggunaan alat keselamatan diri dinilai mutlak diperlukan.
"Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, jauh lebih baik dan aman bila nelayan selalu mengecek prakiraan cuaca, kecepatan angin, dan tinggi gelombang sebelum melaut," ujarnya.
Editor : Dadang Kurnia