Selasa, 16 Jun 2026 22:42 WIB

Dishub Jombang Siapkan Jalur Alternatif untuk Urai Kemacetan Arus Mudik

Pintu gerbang Tol Tembelang.(Foto: Elok Aprianto)
Pintu gerbang Tol Tembelang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang menyiapkan beberapa skema untuk mengurai kemacetan selama arus mudik Lebaran 2022. Salah satunya dengan menyiapkan jalur alternatif. Namun untuk beberapa jalur tertentu tidak bisa digunakan.

“Untuk mekanisme penguraian jalan, kemarin sudah sempat dibahas bersama Forum Lalu Lintas Jombang. Intinya ada dua titik besar di jalur nasional saja yang ada alternatif dan pengurainya,” ungkap Kepala Dishub Jombang Hartono, Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Satlantas Polres Tulungagung Tilang Truk Besar yang Nekat Masuk Jalur Alternatif

Misalnya, jalur nasional yang ada di Mojoagung. Skema yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan ringroad. Jika ada penumpukan di sekitar Mojoagung, kendaraan akan dialihkan menuju jalur itu.

“Khususnya untuk yang dari arah Barat ke Timur, ya. Kalau dari Timur ke Barat tetap menggunakan jalur lama atau jalan nasional yang ada,” bebernya.

Selain menyiapkan jalur pengalih untuk mengurai kemacetan arus mudik, ada dua jalur yang bisa digunakan untuk jalur alternatif di sana. Khususnya bagi pemudik dari arah Timur yang akan menuju Kediri maupun malang.

“Nanti bisa melewati Mojoagung Timur (Mojotrisno) atau juga Mojoagung Barat (Gambiran) ke arah Selatan. Supaya tidak menumpuk di jalan nasional,” katanya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Berdasarkan data dan analisa, di wilayah Bandarkedungmulyo kemacetan diprediksi muncul di exit tol hingga simpang tiga Mengkreng. Jika nanti kendaraan mulai menumpuk, beberapa jalur pengalih juga telah disiapkan.

“Bisa nanti lewat Jatipelem arah ke Kasemen dan menuju kediri, atau bisa juga nanti lewat Bangi untuk yang sebelum simpang tiga Mengkreng, dua itu alternatifnya,” bebernya.

Untuk jalur Sambongdukuh hingga arah Ploso, memang tidak ada pilihan lain bagi pemudik selain melintasi jalur utama. Hal ini dikarenakan jalur alternatif maupun pengalih tidak ada.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

“Di Kabuh sampai Ploso, jalur pengalihnya kan masih rusak berat, sehingga tidak disarankan apalagi kendaraan besar tidak boleh. Kalau Tembelang sampai Sambongdukuh, seluruhnya jalan desa sehingga tidak bisa dipakai alternatif,” ujarnya.

Namun untuk mengantisipasi kemacetan di jalur tersebut, Dishub akan memaksimalkan fungsi petugas jaga dan menonaktifkan bebarapa rambu lalu lintas yang ada.

“Ya nanti untuk beberapa lampu merah akan dimatikan untuk mengurai jika memang diperlukan,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.