Jumat, 19 Jun 2026 11:13 WIB

Pemkab Malang Ajukan Tambakrejo ke UNESCO sebagai Desa Tanggap Bencana

Kepala BMKG Kabupaten Malang, Ma'muri. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Kepala BMKG Kabupaten Malang, Ma'muri. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Malang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang diajukan sebagai Desa Tanggap Bencana ke UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)

Hal ini karena letak Desa Tambakrejo berada di pesisir dan bersebelahan langsung dengan Pantai Tamban sehingga rawan terjadi tsunami.

Baca Juga: Foto: Pulau Padar Cengkerama Sunyi di Jantung Savana Timur

"Ada satu desa yang sudah siap membuat komunitas siaga tsunami. Itu kami BMKG dan BPBD Kabupaten Malang memang terus membina mereka," terang Kepala BMKG Kabupaten Malang, Ma'muri saat dikonfirmasi pada Selasa (26/04/222) di Pendopo Kabupaten Malang.

Ia mengatakan Desa Tambakrejo sudah mampu melakukan simulasi bencana secara mandiri, sosialisasi kebencanaan secara mandiri. Sehingga BMKG Kabupaten Malang dan BPBD Kabupaten Malang akan terus mengawal sampai pengusulan ke UNESCO.

Baca Juga: Ponorogo Masuk Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Ini Komentar Kang Giri

"Secara nasional ada 12 indikator yang perlu kita siapkan, jadi beberapa desa di pesisir Kabupaten Malang bagian selatan kami data dan yang lebih siap adalah Desa Tambakrejo," paparnya.

"Di sana memang adalah beberapa yang kurang mesti kami lengkapi, dan alhamdulillah sesuai target waktu. Dan seluruh Indonesia ada 7 desa yang diusulkan ke UNESCO salah satunya Desa Tambakrejo," sambungnya.

Baca Juga: Malang dan Ponorogo Ditetapkan Menjadi Jaringan Kota Kreatif UNESCO

Secara khusus, Ma'muri menyebutkan 12 indikator yang perlu disiapkan diantaranya adalah:

1. Mempunyai peta bahaya tsunami.
2. Memiliki informasi jumlah prakiraan orang terdampak.
3. Adanya papan informasi publik tentang adanya gempa dan tsunami.
4. Memiliki inventarisir sumber daya ekonomi, infrastruktur, politik, dan sosial untuk mengurangi resiko bencana.
5. Memiliki peta evakuasi tsunami.
6. Memiliki materi pendidikan dan kesiapsiagaan untuk didiskusikan.
7. Memiliki pendidikan dan kesiapsiagaan secara rutin.
8. Melakukan pelatihan simulasi secara rutin.
9. Memiliki rencana operasi darurat tsunami terutama tingkat desa.
10. Memiliki kapasitas untuk melaksanakan operasi kedaruratan.
11. Memiliki kemampuan untuk menerima informasi gempa bumi.
12 memiliki kemampuan menyebarluaskan informasi gempa.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.