Jumat, 19 Jun 2026 11:41 WIB

Penyakit Jantung Kambuh, Kakek Cabul di Kediri Urung Ditetapkan Tersangka

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Tomy Prambana.(Foto : Yanuar Dedy/Jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Tomy Prambana.(Foto : Yanuar Dedy/Jatimnow.com)

Kediri - Penyidik Polres Kediri Kota urung menetapkan ST (74) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan atas 6 bocah SD di Kota Kediri. Penyakit jantung marbot musala itu kambuh saat diperiksa, sehingga harus mejalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sebelumnya, ST (74) dilaporkan oleh ML seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Pakunden, Kota Kediri ke SPKT Polres Kediri Kota, atas tindak asusila terhadap dua putrinya. Perbuatan cabul dilakukan ST di musala, saat korban mengaji dan hendak menunaikan salat berjamaah.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Tomy Prambana mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, termasuk terlapor. Dalam pemeriksaan awal, terlapor sudah mengakui perbuatannya. Hanya saja usai pemeriksaan, ST jatuh sakit. Saat ini, dia masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Terlapor sudah sempat kami lakukan pemeriksaan. Tapi ketika selesai diperiksa yang bersangkutan sakit karena memang ada riwayat jantung," kata AKP Tomy Prambana, Jumat (22/4/2022).

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Saat ini, ST masih berstatus sebagai saksi. Namun, Tomy memastikan proses hukum tetap berlanjut. Sebab dalam pemeriksaan awal, ST mengakui perbuatannya. Bahkan, kakek yang juga sebagai pencari barang rongsokan itu mengaku korbannya lebih dari satu.

"Pemeriksaan awal yang bersangkutan (ST) mengakui. Korban yang melapor satu, terduga ini pengakuannya (korban) lebih dari satu," pungkasnya.

Baca Juga: Pelaku Pecah Kaca di Mrican Kediri Dibekuk, Tas Digondol Saat Korban Makan Sate

Sementara itu, ML dalam keterangan sebelumnya mengatakan korban kakek cabul diduga mencapi 6 orang. Korbannya rata-rata kelas 1 SD. Dalam aksinya, ST memberikan iming-iming uang Rp2.000-Rp.5.000. Setelah itu pelaku melakukan pencabulan dengan memegang alat vital korban.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.