Jumat, 19 Jun 2026 00:36 WIB

Berawal dari Iseng, Perempuan Asal Ponorogo Ini Sukses Berbisnis Cookies

Hilda menunjukkan cookies buatannya.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Hilda menunjukkan cookies buatannya.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Hilda Ayu Rahmawati merupakan salah satu pengusaha kuliner di Kabupaten Ponorogo. Ia menekuni bisnis cookies. Omzet yang didapat pun mencapai puluhan juta rupiah. Tapi siapa sangka, kesuksesan tersebut bermula dari iseng.

Awak media sempat menemui Hilda di rumahnya, Perumahan Anggrek, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Dia terlihat sibuk mengaduk adonan. Suami serta keluarga lainnya turut membantu. Sesekali, Hilda mengecek oven yang ada di dapur. Takut jika cookies pesanan pelanggannya gosong.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Awalnya, jujur iseng dan tidak ada rencana jadi usaha. Karena waktu itu saya ada waktu longgar, otak-atik resep. Untuk anak saya saja, " ujar Hilda, Kamis (21/4/2022).

Kala itu, sang anak yang baru berusia 4 tahun bilang bahwa cookies buatannya enak. Maklum bahan yang digunakan juga premium.

Dia lantas mencoba untuk menjual cookies buatannya saat Natal 2020. Menurutnya, respons pasar cukup bagus. Bahkan, Hilda sampai mendapat pelanggan dari luar kota setelah melakukan penjualan secara online di akun Instagram.

Awalnya, Hilda hanya menjual cookies berukuran besar. Satu kotaknya berisi 6-10 cookies. Lama-kelamaan, bisnis cookies yang awalnya iseng semakin berkembang. Setidaknya dalam sehari, Hilda bisa menjual 5-6 boks.

"Ya sehari Omzet kurang lebih Rp500 ribu kalau hari biasa. Momentum Natal 2020 langkah awal, " cerita ibu satu orang anak itu.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Omzetnya berkali-kali lipat sewaktu Idul Fitri. Banyak yang memesan, tetapi bukan cookies besar. Melainkan mini cookies untuk disajikan untuk jajan Lebaran.

Hilda tidak menyangka usahanya bisa berkembang. Sebab waktu menjual pertama hanya bermodal Rp400 ribu. Dengan rincian membeli bahan Rp100 ribu, oven yang tidak sampai Rp200 ribu, dan beberapa loyang.

"Hasilnya luar biasa. Dari Rp400 ribu itu saya bisa menghasilkan puluhan juta. Sudah balik modal dan tambah-tambah, " terang Hilda saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Momentum Lebaran kali ini, Hilda mengaku sudah ada ratusan pesanan masuk. Baik itu toples maupun hampers. Kemungkinan pesan masih bertambah.

"Seperti Lebaran tahun lalu itu, saya buka hanya 2 pekan terakhir dapat Rp12,5 juta," pungkasnya.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.