Kamis, 18 Jun 2026 08:12 WIB

Tunjangan Perumahan DPRD Lamongan Naik Fantastis? Begini Faktanya

Gedung DPRD Lamongan. (Foto : Dok. Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Gedung DPRD Lamongan. (Foto : Dok. Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Lamongan, Aris Wibawa menegaskan bahwa tunjangan perumahan bagi jajaran wakil rakyat di Lamongan tidak ada kenaikan.

Polemik tunjangan perumahan DPRD Lamongan ini sebelumnya mencuat karena nominalnya yang disebut terlalu fantastis dengan total pertahunnya mencapai Rp10,2 miliar.

Baca Juga: Pemuda dan Pelajar Lamongan Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

"Tidak benar, tunjangan perumahan DPRD Lamongan tetap sama yakni, Rp640.500.000 juta perbulan, atau kurang lebih 7 miliar per tahun," ungkap Aris Wibawa saat dikonfirmasi jatimnow.com, Kamis, (21/4/2022).

Nominal Rp7 miliar Itu pun diketahui lebih rendah dari jajaran dewan di daerah lainya. Kenaikan tunjangan itu, beber Aris, benar mengalami kenaikan pada tahun 2021 dan pada tahun ini tidak ada seperti yang tertera pada peraturan yang diterbitkan Bupati.

"Karena lama tidak naik, maka pada 2020 diusulkan, itu pun sudah melalui semua proses, tahapan dan survei serta persetujuan Gubernur yang telah disesuaikan Kemampuan Keuangan Daerah (KKD), realisasinya 2021," ujar Aris.

Terkait kemunculan angka Rp10,2 M, Aris menanggapi bahwa itu sebatas usulan yang diperbolehkan sekitar 2 bulan sekali yang pada waktu itu telah dilakukan survei oleh lembaga terkait dari Universitas Brawijaya.

Baca Juga: DPR Cabut Tunjangan Jumbo, Moratorium Kunjungan Kerja Luar Negeri Diberlakukan

"Setelah disurvei munculah angka-angka itu, tapi setelah itu di meja pimpinan itu rapat ditolaklah itu karena beberapa alasan mendesak," tungkasnya.

Sementara jika dirinci, ketua mendapat Rp26.300.000 perbulan, Wakil ketua I, II, II Rp19.300.000, dan anggota Rp12.100.000 berjumlah 49 orang.

"Nilai itu belum dipotong pajak PPH 21 persen, tunjangan perumahan ini wajib diterimakan dewan karena Pemkab tidak menyediakan rumah dinas bagi DPRD Lamongan," tutup Aris Wibawa.

Baca Juga: Disfungsi JLU Lamongan Tuai Sorotan, Ketua DPRD Desak Realisasi Traffic Light

Sedangkan, Imam Fadli, anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi Gerindra yang menyatakan tidak ada perubahan perihal tunjangan perumahan.

"Pancet sak mono (tetap segitu), Mas," jawab Imam.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.