Kamis, 18 Jun 2026 21:38 WIB

Rekonstruksi KDRT Maut di Tulungagung, Begini Kesadisan Kakek Aniaya Istrinya

Proses rekontruksi KDRT yang menyebabkan korban meninggal dunia. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Proses rekontruksi KDRT yang menyebabkan korban meninggal dunia. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Satreskrim Polres Tulungagung menggelar rekonstruksi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan korban meninggal dunia. Korban bernama Robiah (65) warga Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan, sedangkan tersangka tak lain merupakan suaminya sendiri, Tanuri (75).

Tersangka diketahui telah pisah ranjang dengan korban namun status mereka masih suami istri. Peristiwa kekerasan berujung maut ini dipicu karena korban tidak menyetujui rencana tersangka untuk menjual tanah mereka.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori mengatakan total terdapat 32 adegan yang diperagakan dalam rekontruksi ini.

Adegan pertama berawal saat tersangka mendatangi rumah korban. Setelah pisah ranjang, tersangka tidak lagi tinggal di dalam rumah korban. Korban keluar rumah dan menemui tersangka hingga terjadi percekcokan.

Baca Juga: Jual Tanah Tak Disetujui, Kakek di Tulungagung Aniaya Istri Hingga Tewas

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Tersangka meminta persetujuan korban terkait rencana penjualan tanah, uang hasil penjualan akan dibagi untuk korban dan anak-anaknya, sedangkan sisanya akan digunakan untuk mendaftar haji, korban tidak setuju dengan rencana ini akhirnya terjadi percekcokan," ujarnya, Selasa (19/4/2022).

Tersangka yang emosi kemudian mendorong korban ke teras rumah dan membenturkan kepalanya ke lantai. Kekerasan ini diperagakan oleh tersangka mulai adegan ke 9 hingga 11. Dalam adegan tersebut terlihat tersangka berkali-kali membenturkan kepala sisi kiri korban.

Saksi yang melihat kejadian tersebut kemudian berusaha memisahkan tersangka dengan korban. Bersama sejumlah saksi, korban kemudian dibawa ke sebuah klinik namun meninggal dunia saat dalam perjalanan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Jumlah saksi yang kita hadirkan dalam rekontruksi ini sebanyak 7 orang, penyebab meninggalnya korban diperkirakan adegan 9 sampai 11 dalam rekontruksi, itu di kuatkan juga dengan hasil otopsi korban meninggal akibat pendarahan pada otak," terangnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.