Selasa, 16 Jun 2026 23:25 WIB

Sekeluarga Tercebur Sungai di Jombang, Polisi Sebut Ini Penyebabnya

Upaya pencarian yang masih terus dilakukan BPBD, Basarnas dan relawan korban laka air di Sungai Brantas wilayah Megaluh Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Upaya pencarian yang masih terus dilakukan BPBD, Basarnas dan relawan korban laka air di Sungai Brantas wilayah Megaluh Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Usai terjadi kecelakaan air di area penyeberangan Sungai Brantas yang berada di Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, aparat kepolisian akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap operator perahu.

Kapolsek Megaluh, AKP Susilo mengatakan operator kapal penyeberangan sudah dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

"Iya sudah diperiksa,” ucap dia, Minggu (10/4/2022).

Dua orang operator perahu yang diperiksa terdiri dari sopir dan kenek. Akhirnya diketahui penyebab terceburnya satu keluarga asal Dusun Gempolpait, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang tersebut.

Dari hasil pemeriksaan itu, sambung Susiilo, diketahui saat itu ada sedikitnya 8 orang penumpang yang diseberangkan. Saat sampai di tengah sungai, sang suami tak mematikan sepeda motor yang digunakannya.

“Korban satu keluarga ini menggunakan kendaraan jenis matik. Ketika di atas perahu tambang, kedaan sepeda motor mati, tetapi kunci masih tetap dalam keadaan menyala. Sepeda motor yang one stop engine itu, kalau berhenti mati sendiri itu,” ungkap Susilo.

Baca Juga: Sekeluarga Tercebur Sungai saat Naik Perahu Tambang di Jombang, Satu Orang Tewas

Baca Juga: Pencari Ikan yang Tenggelam di Sungai Brantas Tulungagung Ditemukan Tewas

Dikatakan, saat perahu hendak sampai ke tepi, anak korban yang berusia 8 tahun memegang kemudi sepeda motor.

“Anak korban ini memegang gas, tiba-tiba menyala, langsung terjun ke sungai,” bebernya.

Mengetahui hal tersebut, sopir perahu penyeberangan sempat memegang kendaraan korban. Lantaran tidak kuat, sepeda motor akhirnya masuk ke dalam sungai.

"Tetapi dia tidak kuat, akhirnya jatuh, dan anaknya masih bisa diselamatkan," ucap Susilo.

Baca Juga: Warga Tulungagung Hilang saat Berburu Ikan Mabuk di Sungai Brantas

Diberitakan sebelumnya, sekeluarga tercebur sungai saat naik perahu tambang di Jombang. Akibatnya, sang ibu tewas tenggelam, sang anak berhasil diselamatkan. Sedangkan sang ayah masih belum diketemukan.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari pihak pemerintah Desa Banjardowo, diketahui bahwa satu keluarga yang terlibat laka air ini adalah, Mohamad Iswahyudi (29), Imroatul Azizah (28) dan M. Naufal Falakhuddin (8).

Ketiga korban tenggelam ini merupakan warga RT 4/ RW 3, Dusun Gempolpait, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Ketiganya tercebur sungai usai pulang dari rumah saudaranya yang berada di Kecamatan Plandaan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.