Kamis, 18 Jun 2026 04:04 WIB

Sidak Takjil, Dinkes Tulungagung Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Petugas menunjukkan temuan zat berbahaya di makanan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas menunjukkan temuan zat berbahaya di makanan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Dinas Kesehatan Tulungagung menggelar sidak makanan dan minuman takjil yang biasa dijual di pinggir jalan. Dalam sidak ini mereka menemukan sejumlah makanan dan minuman yang terbukti mengandung zat berbahaya seperti Rhodamin B dan boraks.

Dalam sidak, petugas mengambil sampel secara acak dari beberapa penjual makanan di seluruh wilayah di Kabupaten Tulungagung. Puskesmas dilibatkan dalam pengambilan sampel makanan tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasi Farmasi dan Perbekalan Dinas Kesehatan Tulungagung, Masduki menjelaskan, sidak ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman takjil yang dijual bebas dari kandungan zat berbahaya. Total sampel yang diteliti sebanyak 104 buah. Hasilnya ditemukan 4 sampel makanan yang mengandung zat berbahaya.

"Sebanyak 3 sampel mengandung rhodamin dan 1 sampel mengandung boraks," ujarnya, Jumat (8/4/2022).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Untuk zat rhodamin ditemukan dalam sampel kerupuk goreng pasir, kerupuk ketela dan minuman sirup. Sedangkan makanan mengandung boraks ditemukan pada sampel kerupuk puli. Petugas kemudian melakukan penelusuran asal makanan tersebut. Beberapa di antaranya merupakan produk dari luar kota.

"Ini tadi kita lakukan penelusuran ada beberapa produk yang berasal dari luar kota," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sebagai tindak lanjut, mereka akan mengirim sampel yang mengandung zat berbahaya tersebut ke laboratorium di Surabaya untuk mengetahui kandungan lebih jelasnya. Jika hasil uji laboratorium menegaskan makanan mengandung zat berbahaya, mereka akan melakukan sosialisasi disertai dengan penarikan produk dari pasaran. Hal ini dikarenakan kandungan zat tersebut berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.

"Boraks, rhodamin B serta formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia, tadi kita masih menguji dengan alat kami, untuk memastikan akan kita kirim sampel ke Surabaya" pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.